Penyuluh Agama Islam Banjarnegara Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah bagi Pengurus Masjid Baiturrohman Tlagawera

Banjarnegara (Humas) — Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di bidang pengurusan jenazah, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Banjarnegara, Nasirin, melaksanakan kegiatan Penyuluhan dan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah bagi pengurus Masjid Baiturrohman Desa Tlagawera, Senin (27/10/2025). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas bapak-bapak dan ibu-ibu jamaah masjid setempat.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan. Pemulasaraan jenazah merupakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) yang penting untuk dikuasai masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Nasirin menekankan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Masih banyak warga yang belum memahami tata cara pemulasaraan jenazah dengan benar. Padahal ini adalah kewajiban bersama yang harus dikuasai setiap muslim. Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap lingkungan memiliki tim yang siap sedia membantu jika ada warga yang meninggal dunia,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana aktif dan interaktif. Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan proses memandikan dan mengafani jenazah menggunakan manekin, serta berlatih menyalatkan jenazah dengan bimbingan penyuluh.

Dalam sambutannya, Gunawan, Kepala Desa Tlagawera, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini.

“Pelatihan pemulasaraan jenazah merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Jangan sampai warga merasa takut atau tidak mampu mengurus jenazah. Masyarakat harus siap dan berani, agar ketika dibutuhkan secara mendadak sudah bisa bertindak dengan benar,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Mutohar, menyampaikan kesan positifnya.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Selama ini saya hanya tahu sekilas, tapi sekarang jadi lebih paham langkah-langkah yang benar, termasuk bagaimana menjaga aurat dan kebersihan jenazah,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, peserta menerima sertifikat pelatihan dan menyatakan komitmen untuk membentuk tim amil jenazah tingkat lingkungan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar pelatihan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Tlagawera semakin mandiri dalam menjalankan kewajiban fardhu kifayah, serta mampu memberikan pelayanan terbaik dalam pengurusan jenazah di lingkungannya masing-masing.

Skip to content