Banjarnegara – Pembelajaran Bahasa Inggris di MIFABARA kali ini berlangsung sangat meriah dan berbeda dari biasanya. Kelas 5 tampak berubah menjadi pasar mini yang penuh dengan canda tawa, interaksi, dan percakapan dalam bahasa Inggris. Di bawah bimbingan Nani, guru Bahasa Inggris MIFABARA, para siswa diajak belajar melalui simulasi jual beli (shopping simulation) yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi “Shopping List”.(23/10)
Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai daftar kosa kata (vocabulary) dan ungkapan (expressions) yang sering digunakan dalam aktivitas jual beli sehari-hari. Nani memperkenalkan kalimat seperti Can I help you?, How much is it?, It’s too expensive, dan This one is cheaper than that one. Penjelasan dilakukan secara interaktif dengan memberi contoh percakapan sederhana agar siswa lebih mudah memahami konteks penggunaannya.
Setelah pemaparan materi, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Masing-masing kelompok berperan sebagai penjual dan pembeli. Mereka kemudian diminta mempraktikkan dialog jual beli menggunakan bahasa Inggris sesuai peran yang telah ditentukan.
Suasana kelas menjadi sangat hidup. Para siswa tampak antusias memerankan adegan transaksi:
“Good morning, can I help you?” tanya seorang siswa dengan percaya diri.
“Yes, how much is this bitter melon?” jawab temannya berperan sebagai pembeli.
Dalam simulasi ini, siswa tidak hanya belajar berbicara (speaking) tetapi juga mengasah kemampuan berhitung, membandingkan harga, serta memahami konsep harga termurah dan termahal. Aktivitas ini mendorong mereka untuk berpikir cepat, bekerja sama dalam kelompok, dan berani menggunakan bahasa Inggris secara aktif.
Menurut Nani, metode ini dipilih agar pembelajaran terasa lebih kontekstual dan menyenangkan.
“Ketika anak-anak belajar melalui pengalaman langsung, mereka lebih mudah memahami makna kata dan penggunaannya. Simulasi seperti ini membuat mereka belajar tanpa merasa terbebani,” jelasnya.
Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, juga memberikan apresiasi atas kreativitas pembelajaran yang diterapkan.
“Metode aktif seperti ini membuat anak-anak lebih berani berbicara dan percaya diri. Bahasa Inggris tidak lagi terasa sulit, tapi menjadi kegiatan yang menyenangkan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, MIFABARA kembali membuktikan bahwa pembelajaran inovatif mampu menciptakan suasana kelas yang hidup, interaktif, dan bermakna. Siswa tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga pengalaman nyata berbahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan dan berkesan.(nas)







