Banjarnegara – Edukasi lingkungan hidup kembali menjadi perhatian utama di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Pada Sabtu, 25/10 halaman madrasah tampak dipenuhi siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 yang bersemangat mengikuti kegiatan pembuatan pupuk kompos. Kegiatan ini dipandu langsung oleh tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjarnegara.
Sejak pagi, para siswa membawa perlengkapan seperti ember kecil, daun kering, sisa sayuran, dan tanah. Mereka terlihat antusias menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat pupuk alami. Kegiatan ini menjadi bagian dari program edukasi “Madrasah Cinta Lingkungan” yang bertujuan menumbuhkan kesadaran peduli terhadap sampah dan bumi sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, Eko, perwakilan dari DLH Banjarnegara, memberikan penjelasan tentang pentingnya memilah sampah serta manfaat kompos bagi tanaman.
“Sampah organik seperti daun, sisa makanan, atau kulit buah bisa kita ubah menjadi pupuk alami. Ini bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan,” jelas Eko saat memberi arahan kepada para siswa.
Setelah penjelasan, para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka mencampurkan bahan kompos seperti daun kering, sisa makanan, dan cairan kompos. Dengan penuh semangat, anak-anak mengaduk campuran tersebut sambil tertawa riang. Beberapa siswa bahkan tampak berdebat kecil mengenai takaran air dan tanah agar hasilnya lebih bagus suasana belajar yang hidup dan menyenangkan pun tercipta.
Fitri, Koordinator bidang sampah MIFABARA, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada DLH atas pendampingan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena anak-anak belajar melalui praktik langsung. Mereka jadi tahu bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar teori, tapi bisa dilakukan dengan tindakan nyata,” ujarnya.
Salah satu orang tua siswa, mengungkapkan rasa senangnya karena anaknya kini lebih peduli pada kebersihan lingkungan.
“Setelah kegiatan ini, anak saya jadi suka memilah sampah di rumah dan sering menasihati kami agar tidak membuang sisa makanan sembarangan,” tuturnya.
Pihak madrasah berencana memanfaatkan hasil kompos buatan siswa untuk menyuburkan taman dan kebun madrasah. Melalui kegiatan ini, MIFABARA berharap dapat menumbuhkan karakter siswa yang cinta lingkungan, bertanggung jawab, dan kreatif.
Dari kegiatan sederhana seperti ini, MIFABARA terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap bumi bahwa dari tangan-tangan kecil, lahir perubahan besar untuk lingkungan yang lebih hijau dan lestari.(nas)







