Banjarnegara – Senin, 27/10 menjadi hari yang istimewa di MIFABARA, Banjarnegara, saat seluruh siswa dan guru berkumpul melaksanakan upacara bendera rutin di halaman madrasah. Kegiatan yang dipandu oleh petugas upacara dari kelas 4C dan 4D ini berjalan dengan penuh khidmat dan disiplin. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh pembina upacara, Ustadzah Fitri, yang juga memberikan amanat penting bagi seluruh peserta upacara.
Dalam amanatnya, Ustadzah Fitri menegaskan mengenai pentingnya penerapan pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan madrasah. Beliau mengingatkan bahwa membuang sampah secara terpisah antara sampah organik dan non-organik bukan sekadar kewajiban, melainkan juga bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan yang harus dimulai sejak dini. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dan berbagai inisiatif lingkungan yang bertujuan mengurangi pencemaran serta memaksimalkan upaya daur ulang.
“Pemilahan sampah adalah langkah kecil yang dapat membawa perubahan besar. Dengan membiasakan diri memilah sampah, kita turut menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar, sekaligus membantu mengurangi limbah yang sulit terurai,” ujarnya di hadapan para siswa yang antusias mendengarkan.
Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, juga menyampaikan dukungannya. “Kami berharap para siswa tidak hanya menerapkan pemilahan sampah di madrasah, tapi juga di rumah dan masyarakat sekitar. Pendidikan lingkungan seperti ini akan membentuk generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap bumi,” ujarnya
Upacara bendera kali ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembinaan kedisiplinan dan nasionalisme, tetapi juga sebagai media edukasi lingkungan. Peserta upacara tampak serius dan penuh semangat saat mengikuti jalannya kegiatan, mulai dari penghormatan bendera, pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945, hingga amanat dari pembina upacara.
MIFABARA memang dikenal aktif mengintegrasikan nilai-nilai edukasi lingkungan dalam berbagai kegiatan madrasah. Dengan menerapkan pemilahan sampah, madrasah berusaha membentuk karakter siswa yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup. Langkah ini diharapkan dapat membekali siswa dengan kesadaran ekologi yang kuat sehingga mereka menjadi agen perubahan di masa depan.
Pelaksanaan upacara ini juga mendapat dukungan penuh dari para guru dan staf, yang bersama-sama mendorong terciptanya lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan lestari. Dengan semangat dan komitmen tersebut, MIFABARA terus berupaya menanamkan nilai-nilai positif kepada seluruh warga madrasah demi masa depan yang lebih baik.(nas)







