Banjarnegara (Humas) – Suasana penuh hikmah dan kehangatan menyelimuti Majelis Taklim Miftahul Jannah Dusun Sawangan, Desa Pagentan, saat Alfiana Nurhidayah, penyuluh agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, hadir sebagai narasumber dalam pengajian rutin yang digelar pada Kamis pagi. Acara yang mengangkat tema “Perempuan Shalihah Penghuni Surga” ini dihadiri oleh puluhan jamaah, termasuk Ketua Majelis Taklim Miftahul Jannah, Salamah.
Dalam tausiyahnya, Alfiana menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga akhlak, memperkuat ibadah, dan menjadi teladan dalam keluarga. Ia mengutip beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits yang menggambarkan ciri-ciri perempuan shalihah yang dijanjikan surga oleh Allah Swt.
“Perempuan shalihah bukan hanya yang taat beribadah, tetapi juga yang mampu menjaga lisannya, sabar dalam menghadapi ujian, dan ikhlas dalam menjalankan peran sebagai istri dan ibu,” ujar Alfiana dalam ceramahnya.
Kegiatan ini berlangsung di rumah warga, Dusun Sawangan, Desa Pagentan, pada Kamis pagi, (30/10/2025). Majelis taklim ini merupakan agenda rutin yang diadakan setiap bulan oleh komunitas ibu-ibu muslimah setempat.
Selain Alfiana Nurhidayah sebagai penyuluh agama, hadir pula Salamah selaku Ketua Majelis Taklim yang menyambut hangat kehadiran narasumber. Dalam sambutannya, Salamah menyampaikan harapannya agar tausiyah ini dapat menjadi bekal spiritual bagi para jamaah.
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran Bu Alfiana. Materi yang beliau sampaikan sangat menyentuh hati dan membuka wawasan kami tentang bagaimana menjadi perempuan yang dirindukan surga,” ungkap Salamah.
Tema ini dipilih karena relevan dengan tantangan kehidupan perempuan muslim masa kini yang dihadapkan pada berbagai peran dan tuntutan. Melalui pengajian ini, para jamaah diharapkan dapat memperkuat komitmen dalam menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan ceramah utama oleh Alfiana, sesi tanya jawab, dan ditutup dengan doa bersama. Para peserta tampak antusias dan aktif berdiskusi, menunjukkan semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa majelis taklim bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang pembinaan spiritual yang memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga dan masyarakat yang berakhlak mulia.
(an/ azd)







