Banjarnegara – Siswa kelas 5D MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) kembali menunjukkan semangat belajar yang tinggi dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia bertema Menulis Teks Prosedur. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 31/10 ini dipandu oleh wali kelas Nani, dengan tujuan agar siswa memahami cara menulis langkah-langkah melakukan suatu kegiatan secara runtut, jelas, dan menarik.
Sejak awal pembelajaran, suasana kelas sudah dipenuhi rasa ingin tahu. Guru memulai dengan tanya jawab ringan tentang kegiatan sehari-hari, seperti cara membuat roti, menanam bunga, atau merapikan tempat tidur. Dari contoh tersebut, siswa kemudian mengenal bahwa teks prosedur merupakan teks yang menjelaskan langkah-langkah untuk mencapai suatu tujuan.
Setelah memahami struktur teks yang meliputi tujuan, bahan dan alat, serta langkah-langkah, siswa mulai membuat teks prosedur versi mereka sendiri. Beberapa menulis tentang “Cara Membuat Teh Manis”, “Cara Menyusun Buku di Rak”, hingga “Cara Membuat kue tradisional”. Menariknya, hasil tulisan mereka tidak hanya berupa teks, tetapi juga dihiasi dengan gambar, warna, dan dekorasi yang indah.
“Anak-anak sangat kreatif. Mereka tidak hanya belajar menulis dengan bahasa yang baik, tetapi juga belajar menyusun ide secara sistematis,” tutur Nani, wali kelas 5D. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kemampuan berpikir runtut dan rasa percaya diri dalam menulis.
Salah satu siswi, Salisa, mengaku senang bisa membuat karya dan didokumenkan di map portofolio. “Saya menulis tentang cara membuat kue. Seru sekali karena bisa menghias kertasnya dengan gambar dan warna,” katanya dengan wajah gembira.
Kepala Madrasah Durotun Nafisah turut memberikan apresiasi atas kreativitas siswa kelas 5D. “Kegiatan ini adalah contoh pembelajaran Bahasa Indonesia yang aktif dan bermakna. Anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan, sehingga materi teks prosedur menjadi mudah dipahami,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan pameran mini hasil karya. Siswa berfoto bersama sambil menunjukkan teks prosedur buatan mereka yang penuh warna dan ide menarik. Pembelajaran hari itu menjadi bukti bahwa menulis bukan hanya tentang kata-kata, tetapi juga tentang proses berpikir dan mengekspresikan diri dengan gembira.(nas)







