Supervisi Pembelajaran IPS: Linara Dampingi Siti Mahfiroh Bahas Zaman Praaksara di Kelas 7H

Banjarnegara (Humas) – Senin (3/11), kegiatan supervisi pembelajaran kembali dilakukan di MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar di lingkungan madrasah. Kali ini, Linara selaku Wakil Kepala Urusan Humas sekaligus guru matematikadan juga salah satu tim penilai pengembang keprofesian berkelanjutan (PKB) Madtsansa melakukan supervisi terhadap pembelajaran yang dipandu oleh Siti Mahfiroh, guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang membawakan materi bertema “Zaman Praaksara” di kelas VII H.

Supervisi berlangsung pada jam pelajaran 1 dan 2 di ruang kelas VII H, yang diikuti dengan antusias oleh para siswa. Dalam kegiatan pembelajarannya, Siti Mahfiroh berhasil menyajikan materi sejarah dengan metode yang komunikatif dan interaktif, sehingga siswa terlihat aktif dalam berdiskusi maupun menjawab pertanyaan terkait zaman praaksara.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa kegiatan supervisi pembelajaran ini merupakan bagian dari strategi madrasah dalam memperkuat kompetensi guru dalam pembelajaran. Menurutnya, supervisi bukanlah sebagai ajang penilaian, melainkan bentuk pendampingan bagi para guru agar mampu mengembangkan potensi diri.

“Supervisi adalah bagian penting dalam proses pembinaan guru. Tujuannya tidak sekadar menilai, tetapi juga memberikan masukan konstruktif yang dapat membantu guru untuk semakin profesional dalam tugasnya. Saya berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan secara terstruktur dan memberikan dampak positif bagi kualitas pembelajaran di Madtsansa,” ungkap H. Yatiman.

Sebelum supervisi dimulai, Linara memberikan beberapa penjelasan teknis terkait prosedur pelaksanaan serta indikator penilaian yang akan digunakan. Ia menekankan bahwa supervisi dilakukan dengan pendekatan yang membangun dan kolaboratif, sehingga guru yang disupervisi merasa nyaman dan terbantu dalam prosesnya.

Dalam pelaksanaan supervisi, Siti Mahfiroh tampak menyajikan materi secara runtut, dimulai dari pengertian zaman praaksara, ciri-ciri kehidupan manusia purba hingga pembagian zaman praaksara berdasarkan perkembangan budaya. Di sisi lain, siswa kelas VII H terlihat terlibat aktif, terutama saat mengikuti sesi diskusi kelompok yang mendorong mereka berpikir kritis.

Menurut Linara, hasil supervisi menunjukkan bahwa Siti Mahfiroh berhasil mengembangkan pembelajaran yang variatif dan berpusat pada siswa. Ia mengapresiasi metode pembelajaran yang digunakan, terutama dalam memadukan media visual dan pendekatan tanya jawab yang efektif.

“Bu Siti Mahfiroh sudah menyampaikan materi dengan sangat baik dan sistematis. Penggunaan media pembelajaran seperti gambar dan peta sejarah sangat membantu siswa memahami materi. Selain itu, keterlibatan siswa dalam pembelajaran juga menjadi nilai tambah yang patut diapresiasi,” ujar Linara.

Sementara itu, Siti Mahfiroh menyambut baik pelaksanaan supervisi ini dan mengaku mendapatkan banyak masukan berharga dari kegiatan tersebut. Ia merasa kegiatan supervisi ini bukan hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan profesionalitasnya sebagai pendidik.

“Saya sangat berterima kasih atas supervisi yang dilakukan Bu Linara hari ini. Masukan dan pengamatannya sangat membantu saya untuk dapat lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi IPS. Supervisi ini memberikan saya kesempatan untuk terus belajar dan berkembang,” tutur Siti Mahfiroh.

Ia juga menambahkan bahwa pembelajaran IPS, khususnya materi zaman praaksara, membutuhkan pendekatan yang menyenangkan agar siswa dapat memahami sejarah dengan lebih mudah dan menarik.

Kegiatan supervisi pembelajaran yang dilaksanakan pada hari Senin ini berlangsung lancar dan penuh suasana akademis yang hangat. Di akhir kegiatan, Linara dan Siti Mahfiroh melakukan refleksi bersama mengenai proses pembelajaran yang telah berlangsung, serta menyusun langkah-langkah konkret untuk peningkatan kualitas pembelajaran di waktu mendatang.

Dengan demikian, supervisi ini tidak hanya menjadi bentuk pengawasan, tetapi juga pengembangan diri yang berkelanjutan bagi para guru di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Semangat kolaborasi antara guru, pengawas, dan pimpinan madrasah diharapkan dapat terus memperkokoh kualitas pendidikan yang diberikan kepada para peserta didik. (Fy/La)

Skip to content