Dua Tim Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara Melaju ke Grand Final Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional DHSC 2025

Banjarnegara (Humas) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MTs Negeri 1 Banjarnegara. Dua tim riset dari madrasah tersebut berhasil masuk sebagai grand finalis dalam lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional pada ajang Darul Hikam Student Conference (DHSC) 2025. Pengumuman resmi dirilis oleh panitia pada Sabtu (1/11), dan hanya lima tim terbaik dari seluruh Indonesia yang lolos ke tahap final, termasuk dua tim dari MTs Negeri 1 Banjarnegara.

Kedua tim tersebut berhasil menyisihkan puluhan tim peserta dari berbagai jenjang SMP/MTs di seluruh Indonesia melalui seleksi abstrak dan naskah ilmiah. Mereka akan mempresentasikan hasil penelitian di hadapan dewan juri pada Selasa, 4 November 2025, dengan format presentasi 10 menit pemaparan dan 15 menit sesi tanya jawab.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya membawa nama baik madrasah, tetapi juga menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing di kancah akademik nasional.

“Alhamdulillah, capaian ini adalah kado prestasi yang luar biasa. Dua tim dari madrasah kita berhasil menembus grand final, artinya kualitas riset siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara sudah diakui secara nasional. Ini membuktikan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi juga mampu berkontribusi dalam dunia sains dan riset,” ujar H. Yatiman.

Beliau juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara siswa yang bersemangat, pembimbing yang berdedikasi, serta dukungan madrasah dalam pengembangan budaya riset.

“Kami sangat mengapresiasi para pembimbing yang mendampingi dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Semoga hasil terbaik dapat diraih di babak final nanti,” tambahnya.

Dua tim tersebut dibimbing oleh Nurwachidin Supriyatno dan Siti Masruroh, guru pembimbing riset yang selama ini aktif menggerakkan kegiatan ilmiah di madrasah. Keduanya telah mendampingi siswa sejak tahap perumusan masalah, penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian hingga penulisan karya tulis ilmiah.

Nurwachidin Supriyatno menilai bahwa lolosnya dua tim sekaligus merupakan pencapaian yang tidak terduga, namun sangat layak diraih karena kerja keras para peserta.

“Anak-anak bekerja sangat serius. Mereka tidak hanya menulis, tetapi juga benar-benar melakukan riset berbasis data, uji coba, dan kajian literatur. Ketika pengumuman keluar dan dua tim kita lolos, kami sangat terharu. Ini bukan keberuntungan, tetapi hasil usaha yang terukur,” ungkapnya.

Sementara itu, Siti Masruroh menambahkan bahwa keberhasilan ini juga didorong oleh lingkungan madrasah yang mendukung kegiatan riset.

“MTsN 1 Banjarnegara sudah lama membangun kultur ilmiah. Dari ekstrakurikuler riset, pembiasaan presentasi, hingga pelatihan penulisan ilmiah. Jadi ketika ada kompetisi nasional seperti ini, anak-anak sudah terbiasa dan siap bersaing,” ucapnya bangga.

Salah satu perwakilan tim riset, Farhan, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini.

“Kami tidak menyangka bisa lolos ke tahap grand final. Banyak tim dari sekolah-sekolah besar di kota-kota besar. Tapi bimbingan guru dan kerja keras tim membuat kami bisa sampai sejauh ini. Sekarang kami fokus latihan presentasi agar bisa tampil maksimal,” ujarnya.

Sementara Abiyyu, finalis dari tim kedua, menegaskan bahwa perjuangan belum selesai.

“Masuk grand final itu baru langkah awal. Tantangan berikutnya adalah meyakinkan juri lewat presentasi. Kami terus melakukan simulasi dan perbaikan slide agar penyampaian lebih jelas dan ilmiah,” katanya.

Dengan lolosnya dua tim sekaligus, MTs Negeri 1 Banjarnegara berpeluang besar membawa pulang gelar juara nasional dalam bidang riset ilmiah. Madrasah berharap capaian ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani berkarya dan berkompetisi.

H. Yatiman menutup dengan pesan inspiratif:

“Jangan puas hanya sampai menjadi finalis. Terus perbaiki, berdoa, dan tampilkan yang terbaik. Semoga prestasi ini menjadi awal dari lahirnya generasi peneliti muda dari madrasah.”

Tahap grand final akan berlangsung secara luring di Bandung.

MTs Negeri 1 Banjarnegara kini menanti momen bersejarah—apakah salah satu atau bahkan kedua tim mampu meraih gelar juara nasional dalam Darul Hikam Student Conference 2025.  Terlepas dari hasil akhir, perjuangan mereka sudah menjadi inspirasi besar bagi dunia pendidikan madrasah. (Lin/La)

Skip to content