Pembinaan Dokter Kecil MIFABARA: Belajar Gizi Seimbang dengan Piramida Makanan

Banjarnegara – Suasana ruang kegiatan MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) tampak semarak ketika para anggota Dokter Kecil (Dokcil) berkumpul mengikuti pembinaan bertema “Gizi Seimbang untuk Tubuh yang Sehat.” Kegiatan ini dipandu oleh Nani, yang memberikan materi tentang pentingnya menjaga keseimbangan gizi melalui pola makan yang tepat.(7/11)

 Nani menjelaskan secara menarik tentang konsep empat sehat lima sempurna dan bagaimana prinsip tersebut berkembang menjadi pola gizi seimbang. Anak-anak diajak memahami bahwa tubuh memerlukan berbagai jenis makanan mulai dari karbohidrat, protein, sayur, buah, hingga susu  dalam takaran yang proporsional agar tumbuh sehat dan bugar.

Tak hanya mendengarkan penjelasan, peserta Dokcil juga diajak learning by doing. Setiap kelompok membawa berbagai jenis makanan dari rumah, seperti nasi, sayur, telur, tempe, buah, dan susu. Dengan bimbingan pembina, mereka menata makanan tersebut menjadi bentuk piramida gizi seimbang sesuai dengan porsi yang seharusnya dikonsumsi.

Anak-anak tampak antusias menata makanan di atas piring dan alas kertas bergambar piramida. Setelah penyusunan selesai, tiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan teman-teman. Mereka menjelaskan mengapa nasi berada di bagian bawah piramida, sayur dan lauk di tengah, serta buah dan susu di bagian atas.

“Saya baru tahu kalau nasi dan sayur harus lebih banyak dari yang lain. Jadi nanti di rumah saya mau makan lebih seimbang,” ungkap salah satu peserta Dokcil dengan semangat setelah presentasi.

Menurut Nani, kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori gizi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan praktik langsung seperti ini, anak-anak jadi lebih mudah mengingat dan memahami pentingnya makan dengan porsi seimbang. Mereka belajar sambil berkreasi,” jelasnya.

Kepala Madrasah turut mengapresiasi kegiatan ini. “Pembinaan seperti ini sangat baik untuk menanamkan kesadaran hidup sehat sejak dini. Dokter kecil adalah duta kesehatan madrasah, sehingga pemahaman tentang gizi seimbang menjadi bekal penting bagi mereka untuk menularkan perilaku sehat kepada teman-temannya,” ujarnya.

Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa sebagai kader kesehatan madrasah yang peduli terhadap pola hidup sehat.

Melalui pembinaan ini, diharapkan para dokter kecil MIFABARA semakin memahami pentingnya gizi seimbang sebagai pondasi tubuh yang kuat, otak yang cerdas, dan semangat belajar yang tinggi.(nas)

Skip to content