Penyuluh Agama Islam dan PKH Sinergi Bangun Ketahanan Keluarga di Plunjaran Majasari

Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan dan ketahanan keluarga bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, Alfiana Nurhidayah, memberikan penyuluhan keagamaan kepada kelompok PKH Dusun Plunjaran, Desa Majasari. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (6/11/2025), pukul 09.00 WIB di salah satu rumah warga.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KUA Kecamatan Pagentan dan pendamping PKH Desa Majasari, Niken Saraswati. Sebanyak 25 ibu-ibu peserta PKH hadir dengan antusias mengikuti materi yang mengangkat tema “Peran Ibu dalam Membangun Keluarga Maslahat”.

Dalam penyampaiannya, Alfiana Nurhidayah menekankan pentingnya peran perempuan dalam membentuk rumah tangga yang harmonis dan berakhlak. “Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Maka, seorang ibu harus terus belajar dan memperkuat iman serta ilmunya agar mampu mendidik generasi yang tangguh dan berkarakter,” ungkap Alfiana di tengah penyuluhan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang sehat dalam keluarga dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah dan dzikir sebagai fondasi utama keluarga sakinah.

Pendamping PKH Niken Saraswati menyampaikan apresiasinya terhadap penyuluhan yang diberikan. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran penyuluh agama. Materi yang disampaikan menyentuh langsung persoalan yang dihadapi ibu-ibu penerima manfaat. Ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan spiritual dan moral keluarga,” tuturnya.

Para peserta juga diberikan lembar materi yang bisa dibaca ulang di rumah serta diajak berdiskusi seputar masalah yang sering dihadapi dalam rumah tangga, seperti komunikasi dengan anak dan suami, serta pengelolaan emosi.

Kegiatan kepenyuluhan ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala sebagai upaya membangun sinergi antara program sosial pemerintah dengan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan ibu-ibu PKH tidak hanya menerima bantuan secara materi, tetapi juga mendapatkan bekal rohani untuk menjalani kehidupan keluarga yang maslahat, damai, dan berkah.  

(an/ azd)

Skip to content