Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik peserta didik melalui kegiatan Bimbingan Penguatan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang digelar secara rutin. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (11/11) dan menandai masuknya bulan ketiga pelaksanaan program bimbingan yang dirancang secara sistematis sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 047/H/AN/2025 tentang Kerangka Asesmen Tes Kemampuan Akademik Jenjang SD/MI/Sederajat dan SMP/MTs/Sederajat.
Kegiatan bimbingan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas IX MTs Negeri 1 Banjarnegara dan difokuskan pada penguatan materi yang mencakup tiga domain utama TKA, yaitu literasi membaca, literasi numerasi, dan penalaran. Materi disusun agar selaras dengan muatan serta kompetensi yang diamanatkan dalam regulasi terbaru tersebut, sehingga siswa mampu menghadapi asesmen akademik dengan lebih siap dan percaya diri.
Menurut Hj. Yuniyati, Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, bimbingan penguatan TKA merupakan langkah strategis dalam menyiapkan siswa menghadapi tantangan akademik yang semakin kompleks.
“Program ini bukan sekadar latihan soal, tetapi pembentukan pola pikir kritis dan kemampuan bernalar. Kami ingin siswa memahami konsep, bukan hanya menghafal rumus atau teks. Dengan mengikuti regulasi terbaru dari BSKAP Kemendikdasmen, madrasah berkomitmen untuk memberikan pendampingan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan asesmen nasional,” ungkap Hj. Yuniyati.
Kegiatan bimbingan dilaksanakan secara bergilir di berbagai ruang kelas dengan pendampingan langsung oleh guru pembimbing dari masing-masing mata pelajaran. Salah satunya adalah Sarno, pembimbing TKA bidang Bahasa Indonesia. Ia menekankan pentingnya literasi membaca sebagai dasar penguasaan kemampuan akademik secara umum.
“Dalam TKA, literasi membaca tidak hanya soal memahami teks, tapi juga menalar dan menyimpulkan informasi. Kami melatih siswa untuk berpikir logis, menemukan ide pokok, dan memahami konteks bacaan secara mendalam. Ini akan sangat membantu mereka, tidak hanya dalam asesmen, tetapi juga dalam pembelajaran sehari-hari,” ujar Sarno.
Sementara itu, Yuliana Rahmanti, pembimbing TKA bidang Matematika, mengungkapkan bahwa siswa kini mulai menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan numerasi.
“Pada awal program, banyak siswa masih kesulitan memahami soal berbasis penalaran. Namun setelah dua bulan berjalan, mereka mulai terbiasa dengan pola soal yang menguji pemahaman konsep, bukan sekadar hitungan. Kami juga menggunakan pendekatan kontekstual agar siswa lebih mudah mengaitkan matematika dengan kehidupan nyata,” jelas Yuliana.
Program bimbingan ini tidak hanya menjadi ajang latihan akademik, tetapi juga wadah pembentukan karakter belajar mandiri dan kerja sama antar siswa. Kegiatan dilaksanakan dengan suasana interaktif, di mana siswa diberi kesempatan untuk berdiskusi dan mempresentasikan hasil analisis mereka terhadap soal TKA.
Salah satu peserta bimbingan, Wildan dari kelas 9A, mengaku merasakan manfaat besar dari kegiatan ini.
“Awalnya saya agak kesulitan memahami soal-soal TKA yang panjang dan memerlukan penalaran. Tapi lewat bimbingan rutin ini, saya jadi lebih paham cara membaca soal dengan cepat dan menemukan inti masalahnya. Sekarang saya jadi lebih percaya diri menghadapi ujian,” tutur Wildan dengan semangat.
Hal senada juga diungkapkan oleh Dika, siswa kelas 9C. Ia menyampaikan bahwa bimbingan TKA membantunya belajar lebih disiplin dan terarah.
“Soal-soal TKA itu menantang, tapi juga seru. Guru-guru kami membimbing dengan sabar dan memberi banyak tips cara berpikir logis. Saya jadi lebih terbiasa dengan soal yang membutuhkan analisis mendalam. Semoga nanti hasilnya bisa maksimal,” ujar Dika.
Melalui kegiatan yang konsisten dan terarah ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap para siswa tidak hanya siap menghadapi asesmen TKA, tetapi juga memiliki kompetensi akademik yang mumpuni sebagai bekal melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Hj. Yuniyati menegaskan bahwa madrasah akan terus memantau perkembangan hasil bimbingan setiap bulan melalui evaluasi terstruktur.
“Kami ingin memastikan setiap siswa mengalami kemajuan. Evaluasi berkala menjadi alat kami untuk menyesuaikan strategi pembelajaran. Harapannya, madrasah mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam nilai, tetapi juga dalam kemampuan berpikir dan bernalar,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaboratif antara guru dan siswa, Bimbingan Penguatan TKA MTs Negeri 1 Banjarnegara diharapkan menjadi contoh praktik baik dalam pelaksanaan asesmen berbasis kompetensi yang menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. (Fy/La)







