Banjarnegara (Humas) — Dalam rangka memperkuat sinergi lintas sektor dan meningkatkan kesejahteraan rohani masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwareja Klampok melalui Penyuluh Agama Islam berkolaborasi dengan Puskesmas Purwareja Klampok 1 dan Pemerintah Desa Purwareja mengadakan kegiatan pembinaan keagamaan dan penyuluhan kesehatan bagi anggota Posyandu Lansia Lestari 12, yang digelar di Rumah warga Dusun Kalikidang Kidul Desa Purwareja. (11/11/2025)
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat (ghiroh) beribadah, bersyukur, dan menjaga kesehatan di usia lanjut. Rangkaian acara dimulai dengan pemeriksaan kesehatan oleh tim Puskesmas, dilanjutkan dengan penyuluhan agama, motivasi spiritual, serta doa bersama.
Penyuluh Agama Islam KUA Purwareja Klampok, Mukafiyah, dalam penyampaiannya mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat usia dan tetap produktif dalam kebaikan.
“Usia lanjut bukan berarti berhenti berbuat baik. Justru di masa inilah kita bisa menabung amal dengan memperbanyak ibadah, bersyukur, dan saling menebar manfaat,” ujarnya di hadapan para peserta lansia.
Sementara itu, pihak Puskesmas Purwareja Klampok 1 melalui, Rina Budiarti menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani.
“Kami ingin para lansia tetap aktif, sehat, dan bahagia. Sehat bukan hanya soal tubuh, tapi juga hati dan pikiran yang tenang,” ungkapnya.
Kepala Desa Purwareja, Danang Agus Pramono, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara KUA, Puskesmas, dan pemerintah desa.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi warga lansia kami. Dengan adanya pembinaan agama dan kesehatan, mereka merasa diperhatikan dan termotivasi untuk tetap semangat menjalani hari-hari dengan penuh syukur,” tuturnya.
Kepala KUA Purwareja Klampok, Mantep Miharso, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran penyuluh agama dalam mendampingi masyarakat di semua lapisan, termasuk para lansia.
“Penyuluh agama adalah ujung tombak Kementerian Agama di masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin hadir bukan hanya sebagai pembimbing ibadah, tapi juga mitra dalam menjaga ketenangan batin dan kebahagiaan umat,” jelasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama serta pesan moral agar seluruh peserta terus menjaga semangat, memperbanyak rasa syukur, dan memperkuat ibadah sebagai bentuk pengabdian kepada Allah Swt.
Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi nyata antara KUA, lembaga kesehatan, dan pemerintah desa dalam membina masyarakat, khususnya kelompok lansia, agar tetap sehat, bahagia, dan religius.







