Banjarnegara (Humas) – Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara bergerak cepat merespons bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.
Tidak lama setelah kejadian, Kemenag Banjarnegara langsung menerjunkan Kepala KUA Pandanarum dan Kepala KUA Kalibening bersama seluruh staf dan para penyuluh agama Islam untuk membantu proses penanganan awal serta memberikan pendampingan kepada masyarakat terdampak.
Pada Senin (17/11/2025), Kemenag Banjarnegara kembali turun ke lokasi menyalurkan bantuan lanjutan. Bantuan tersebut berupa bahan pokok sembako dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Banjarnegara, dengan prioritas untuk mendukung kebutuhan ibu dan perempuan, termasuk popok dan kebutuhan harian lainnya.
Rombongan dipimpin oleh Kasubbag TU Karyono, didampingi Kasi Bimas Islam Slamet Wahyudi, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Akhmad Khozin, serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf Raudhatul Jannah.
“Kami membawa bantuan bahan pokok dan uang tunai dari UPZ Kemenag Banjarnegara. Semoga bisa meringankan beban warga terdampak. Para penyuluh, guru, dan pengawas madrasah juga siap membantu kapan pun dibutuhkan,” ujar Karyono.
Camat Pandanarum, Agung Dwi Antoko, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan respons cepat Kemenag Banjarnegara. “Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Semoga membawa manfaat dan menjadi amal kebaikan,” ungkapnya.
Selain bantuan material, Kemenag Banjarnegara memberikan layanan khusus bagi korban yang kehilangan dokumen penting, seperti buku nikah. Masyarakat diminta tidak khawatir karena KUA akan membantu proses pembuatan surat kehilangan dan keterangan desa sebagai dasar pengajuan dokumen baru.
Kasi Bimas Islam, Slamet Wahyudi, menegaskan agar pendataan dilakukan secepatnya. “Segera inventarisasi warga yang kehilangan buku nikah agar proses penerbitan dapat dilakukan dengan cepat,” pesannya kepada KUA Pandanarum.
Melalui berbagai langkah ini, Kemenag Banjarnegara menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat serta layanan keagamaan dan administrasi tetap terpenuhi bagi warga terdampak bencana. (Azd)

