Banjarnegara (Humas) — Menjelang pelaksanaan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) dan Trauma Healing bagi para penyintas bencana tanah longsor di Situkung, KUA Mandiraja menyiapkan berbagai kebutuhan mendesak untuk para pengungsi dengan total anggaran Rp. 5.000.000 rupiah. (18/11/2025)
Kebutuhan tersebut meliputi perlengkapan mandi seperti sabun, sampo, pasta gigi, dan handuk; perlengkapan ibadah berupa Al-Qur’an dan buku Yasin; serta pakaian bersih bagi anak-anak, dewasa, dan lansia. Seluruh barang diprioritaskan berdasarkan laporan kebutuhan dari posko pengungsian.
Kegiatan belanja dilakukan oleh tim KUA Mandiraja yang terjun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa bantuan yang disiapkan benar-benar relevan dan sesuai kebutuhan warga terdampak. Tim tersebut terdiri atas Penyuluh Agama Islam Hendriyanto, Feti Sulistiani, Dian Setiadi, serta Staf KUA Mariyah.
Kepala KUA Mandiraja H. Musobihin mengatakan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk komitmen KUA dalam memberikan dukungan kepada masyarakat saat terjadi musibah.
“Alhamdulillah hari ini kami bisa langsung bergerak memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi. Ini adalah wujud kepedulian KUA Mandiraja untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka sedang mengalami ujian. Semoga bantuan ini membawa keringanan dan ketenangan bagi para penyintas,” ujarnya.
Salah satu Penyuluh Agama Islam, Feti Sulistiani, menambahkan bahwa kebutuhan dasar seperti pakaian bersih dan perlengkapan ibadah sangat dibutuhkan para pengungsi.
“Kami memastikan apa yang dibeli benar-benar sesuai kondisi lapangan. Semoga kegiatan trauma healing yang akan dilaksanakan besok dapat membantu memperkuat mental para warga,” ungkapnya.
Penyuluh Agama Islam lainnya, Dian Setiadi, menyampaikan bahwa bencana tersebut sangat berdampak terutama bagi kelompok rentan.
“Kami berharap perlengkapan ini dapat memberi rasa nyaman bagi anak-anak dan lansia di pengungsian. Kami juga akan memberikan pendampingan psikologis dalam kegiatan trauma healing,” katanya.
Staf KUA Mandiraja Mariyah turut menyampaikan harapannya.
“Melihat langsung kondisi pengungsi membuat kami semakin yakin bahwa bantuan ini sangat penting untuk segera diberikan,” ujarnya.
Dengan selesainya tahap persiapan ini, rangkaian kegiatan Baksos dan Trauma Healing direncanakan berlangsung pada Jumat (21/11) dan diharapkan mampu memberikan manfaat signifikan bagi para penyintas bencana tanah longsor Situkung.







