Banjarnegara (Humas) – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 di Kabupaten Banjarnegara berlangsung meriah pada Rabu (19/22) di Ballroom Surya Yudha Banjarnegara. Salah satu penampilan yang menjadi sorotan adalah persembahan tim paduan suara Dwija Gita Swara PGRI Kabupaten Banjarnegara, yang turut menghadirkan tiga guru dari MTs Negeri 1 Banjarnegara: Yuniyati, Linara, dan Nurwachidin.
Dengan vokal yang kompak dan harmonisasi yang rapi, tim paduan suara membawakan empat lagu, yakni Mars PGRI, Hymne PGRI, Gambang Suling, serta Sholawat Nabi. Penampilan tersebut tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga menjadi bentuk nyata sinergi guru-guru Banjarnegara dalam merayakan momentum penghargaan bagi para pendidik.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, mengungkapkan rasa bangga atas kontribusi ketiga gurunya dalam kegiatan bergengsi tersebut.
“Kami sangat bangga karena guru-guru Madtsansa tidak hanya aktif dalam kegiatan internal madrasah, tetapi juga turut berkiprah di tingkat kabupaten. Keterlibatan Bu Yuniyati, Bu Linara, dan Pak Nurwachidin dalam paduan suara ini menunjukkan bahwa guru MTs Negeri 1 Banjarnegara siap berkontribusi di berbagai bidang, tidak hanya akademik tetapi juga seni dan budaya,” tutur H. Yatiman.
Beliau menambahkan bahwa partisipasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi guru-guru lain untuk terus mengembangkan bakat dan potensi diri.
“Kegiatan seperti ini sangat positif dan memberikan ruang bagi guru untuk mengekspresikan kemampuan. Semoga ke depan semakin banyak guru Madtsansa yang tampil di ajang-ajang kabupaten atau nasional,” imbuhnya.
Ketua PGRI Ranting MTs Negeri 1 Banjarnegara, Novia Fajriati Alqomar, juga menyampaikan apresiasi yang mendalam. Menurutnya, keikutsertaan tiga guru Madtsansa memberikan warna dan kekuatan bagi tim paduan suara Dwija Gita Swara.
“Saya merasa bangga melihat rekan-rekan dari Madtsansa tampil percaya diri dan profesional. Mereka mengikuti latihan dengan tekun, meskipun harus membagi waktu dengan tugas dan tanggung jawab di madrasah,” ucap Novia.
Ia menjelaskan bahwa latihan paduan suara telah dilaksanakan intensif selama beberapa pekan sebelum hari pelaksanaan.
“Mereka selalu hadir tepat waktu, aktif memperbaiki teknik vokal, dan berusaha menampilkan yang terbaik. Semangat seperti inilah yang diharapkan oleh organisasi profesi PGRI,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu peserta paduan suara, Yuniyati, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari tim yang tampil pada peringatan HUT ke-80 PGRI tersebut.
“Ini pengalaman yang sangat mengesankan. Saya merasa terhormat bisa berkontribusi dalam acara sebesar ini. Selain menyalurkan hobi bernyanyi, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antar guru dari berbagai sekolah,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Linara, yang pada kesempatan itu menuturkan bahwa keterlibatannya memberi pengalaman baru dalam dunia seni suara.
“Tentu ada rasa gugup, tetapi latihan yang berulang membuat kami semakin siap. Lagu yang dibawakan memiliki karakter masing-masing sehingga menuntut keseriusan dan kekompakan. Saya bersyukur semuanya berjalan lancar,” tuturnya.
Adapun Nurwachidin menyampaikan bahwa dirinya merasa bangga dapat mewakili Madtsansa dalam ajang tersebut.
“Menyanyi bersama rekan guru dari berbagai jenjang pendidikan memberikan suasana yang berbeda. Ini bukan hanya soal penampilan seni, tetapi juga tentang kebersamaan dan kekuatan solidaritas profesi guru,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun, karena selain meningkatkan keterampilan seni, juga memperkuat rasa persatuan antarpendidik.
“Kami para guru butuh ruang untuk berkarya dan berkolaborasi, dan kegiatan seperti ini adalah wadah yang tepat,” tambahnya.
Persembahan tim paduan suara Dwija Gita Swara pada peringatan HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 ini mendapat apresiasi dari para tamu undangan yang hadir. Penampilan mereka dinilai mampu menghadirkan suasana khidmat sekaligus menghibur, terutama ketika membawakan Gambang Suling yang sarat nilai budaya serta Sholawat Nabi yang penuh nilai religius.
MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan kiprahnya melalui keterlibatan para gurunya dalam kegiatan tingkat kabupaten. Melalui penampilan ini, tiga guru Madtsansa tidak hanya mengharumkan nama madrasah, tetapi juga memperkuat eksistensi guru sebagai insan kreatif yang mampu berkarya dalam berbagai bidang. (Fy/La)







