Banjarnegara (Humas) – Minggu (23/11) aliran kepedulian untuk para penyintas bencana longsor Situkung, Kecamatan Pandanarum terus berdatangan. Pos Keagamaan Bencana Longsor Situkung kembali menerima amanah donasi berupa logistik dan bantuan uang tunai dari dua pihak yang peduli terhadap kondisi para pengungsi.
Pada kesempatan ini, Alumni SMP Negeri 1 Banjarnegara angkatan 1988 menyerahkan bantuan berupa berbagai kebutuhan logistik yang diperlukan di pengungsian. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok harian yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi, mulai dari bahan makanan, perlengkapan kebersihan, hingga keperluan dasar lainnya. Kehadiran alumni angkatan 1988 ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan persaudaraan tidak pernah putus, meskipun telah puluhan tahun meninggalkan sekolah.
Selain itu, Pos Keagamaan juga menerima amanah berupa donasi uang tunai dari Pondok Pesantren Miftahussalam Banyumas. Bantuan ini diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan operasional layanan keagamaan, penyediaan sarana ibadah, serta membantu keluarga korban yang terdampak secara langsung oleh bencana.
Perwakilan Pos Keagamaan menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian para donatur. Mereka menegaskan bahwa setiap bentuk bantuan, baik logistik maupun dana, sangat berarti bagi para pengungsi yang kini masih berusaha memulihkan diri dari trauma dan kehilangan akibat musibah besar yang terjadi.
Hingga hari ini, Pos Keagamaan terus menjadi salah satu titik penyaluran bantuan yang dipercaya masyarakat. Hal ini menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap layanan dan transparansi pengelolaan bantuan yang dilakukan di lapangan.
Dengan semakin banyaknya pihak yang peduli, diharapkan proses pemulihan fisik maupun mental para penyintas dapat berjalan lebih baik. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, bantuan ini juga menjadi simbol kuatnya solidaritas masyarakat Banjarnegara dan sekitarnya untuk saling menguatkan dalam masa sulit.
Mutolib selaku Koordinator Pos Keagamaan, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian banyak pihak. Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan yang diterima akan dikelola secara transparan dan diprioritaskan berdasarkan kebutuhan lapangan.
“Kami pastikan bahwa donasi yang terkumpul akan segera disalurkan ke titik-titik pengungsian yang membutuhkan. Setiap bantuan yang masuk sangat berarti bagi para penyintas,” tegas Mutolib.
(ev/ azd)

