Banjarnegara – Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) kembali menunjukkan kepedulian sosial yang kuat melalui aksi penyaluran donasi untuk korban bencana longsor yang terjadi di si Tukung, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara. Musibah longsor yang melanda wilayah tersebut memaksa sejumlah warga mengungsi dan membutuhkan bantuan mendesak. Menyikapi hal itu, panitia penggalangan dana MIFABARA bergerak cepat menyalurkan donasi uang tunai serta logistik langsung ke posko-posko bencana.(23/11)
Penyaluran bantuan dipimpin oleh Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, bersama panitia dan perwakilan guru. Rombongan MIFABARA mengunjungi tiga posko pengungsian di wilayah Pandanarum untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat guna. Kunjungan dimulai sejak sore hari hingga menjelang malam, bahkan rombongan turut melaksanakan salat Maghrib di Posko IPHI.
Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk bantuan materi, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik.
“Alhamdulillah, MIFABARA dapat menyalurkan amanah dari seluruh warga madrasah. Kepedulian ini kami harapkan menjadi pembelajaran nyata bagi anak-anak tentang empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Sementara itu, ketua panitia penggalangan dana, Umi Setyaningsih, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan pada tahap pertama meliputi uang tunai Rp. 7.000.000,- dan logistik kisaran senilai kurang lebih 4 juta seperti sembako, makanan siap konsumsi, pakaian layak pakai, alat mandi, serta kebutuhan harian lainnya.
“Untuk bantuan tahap pertama kami datang langsung untuk bisa melihat lokasi bencana dan bertemu memberikan dukungan, do’a dan support untuk para korban di pengungsian sekaligus ingin memberikan bantuan secara langsung melalui posko NU. Semua ini berasal dari kepedulian guru, siswa, dan wali murid yang secara sukarela berdonasi,” jelasnya.
Di salah satu posko, seorang relawan menyampaikan terima kasih atas kepedulian MIFABARA.
“Bantuan ini sangat membantu warga yang terdampak. Kehadiran lembaga pendidikan seperti MIFABARA memberi semangat bagi kami yang bertugas di lapangan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan kemanusiaan ini, MIFABARA berharap dapat terus menanamkan nilai kemanusiaan dan gotong royong kepada seluruh peserta didik. Aksi ini juga menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga hadir untuk masyarakat ketika terjadi bencana.(nas)







