Banjarnegara (Humas) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui seleksi calon Pendamping Mustahik Produktif. Seleksi tahap kedua yang berlangsung di Kota Magelang, Selasa (25/11/2025), diikuti oleh 150 peserta yang diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam mendampingi mustahik (penerima zakat) agar kelak bertransformasi menjadi muzaki (pemberi zakat).
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran pendamping dalam program zakat produktif.
“Pendamping baru yang terseleksi ini akan memperkuat upaya percepatan pengentasan kemiskinan. Kami menargetkan menjaring total 500 pendamping di seluruh Jawa Tengah,” ujarnya.
Seleksi calon pendamping dilaksanakan secara bertahap di tiga kota utama. Setelah tahap pertama sukses digelar di Surakarta, tahap kedua dilanjutkan di Magelang. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh 25 calon pendamping yang berasal dari penyuluh agama Islam Kabupaten Banjarnegara yang ditugaskan oleh POKJALUH setempat.
Program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Jawa Tengah untuk memaksimalkan pemanfaatan dana zakat dan infak yang dihimpun. Darodji menyampaikan bahwa penghimpunan dana zakat di tingkat kabupaten/kota se-Jawa Tengah terus menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata perolehan kini mencapai lebih dari Rp10 miliar per tahun.
“Dukungan kepala daerah semakin kuat, dan kami berharap para pendamping baru ini dapat mendorong mustahik menjadi mandiri secara ekonomi. Dengan demikian, mereka tidak lagi menjadi penerima, tetapi kelak turut menjadi pemberi zakat,” pungkasnya.
Para pendamping yang lolos seleksi nantinya akan bertugas memberikan bimbingan, pelatihan usaha, serta pendampingan berkelanjutan kepada para mustahik, sehingga mereka dapat bertransformasi dari penerima manfaat yang konsumtif menjadi pelaku usaha produktif.







