Banjarnegara (Humas) – Upaya peningkatan kompetensi guru pendidikan jasmani di MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan hasil positif. Salah satu guru PJOK, Nurwachidin Supriyatno, resmi mengikuti Pelatihan Pelatih Cricket Tingkat Dasar Jawa Tengah 2025 yang diselenggarakan oleh Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Pengprov Jawa Tengah pada 21–23 November 2025 di Nadamax House, Surakarta. Pelatihan ini merupakan program resmi PCI yang diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk Banjarnegara yang mendapat kuota dua peserta .
Pelatihan selama tiga hari ini memuat sejumlah materi penting, di antaranya pengenalan permainan cricket, penguasaan aplikasi Edd App, spirit of the game, rules and law of game, teknik dasar permainan cricket, pengembangan organisasi, hingga umpire and scoring. Seluruh materi diberikan oleh instruktur dari PP PCI dan narasumber profesional lainnya, termasuk Prof. Agus Kristiyanto, Rundown acara menjadi bukti bahwa pelatihan ini dirancang komprehensif dan intensif, berlangsung sejak pagi hingga malam untuk memastikan peserta benar-benar memahami seluruh aspek kepelatihan cricket.
Kepala MTsN 1 Banjarnegara, H. Yatiman menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuhnya terhadap keikutsertaan gurunya dalam kegiatan tingkat provinsi tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dari visi madrasah dalam memperkuat prestasi akademik maupun non-akademik.
“Kami sangat bangga dengan keikutsertaan Pak Nurwachidin dalam pelatihan ini. Cricket adalah cabang olahraga yang mulai berkembang, dan madrasah harus siap beradaptasi. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada siswa dan guru lain sehingga MTsN 1 Banjarnegara mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujar H. Yatiman.
Nurwachidin Supriyatno mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan resmi dari PCI Jawa Tengah. Ia menilai bahwa cricket memiliki potensi besar untuk menjadi olahraga unggulan di madrasah, meski tergolong baru bagi sebagian besar siswa.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena membuka wawasan saya mengenai teknik dasar cricket, peraturan, hingga cara melakukan scoring yang benar. Saya merasa termotivasi untuk mengembangkan ekstrakurikuler cricket di MTsN 1 Banjarnegara. Semoga langkah ini bisa menjadi awal pembinaan atlet cricket di tingkat madrasah,” ungkapnya.
Menurut Nurwachidin, materi yang ia terima selama tiga hari berlangsung intens dan detail. Misalnya, pada hari pertama peserta mempelajari pengenalan permainan cricket dan aplikasi Edd App sebagai penunjang pelatihan. Hari kedua diisi materi tentang aturan permainan, teknik dasar, serta pengembangan organisasi. Pada malam hari, peserta dibekali ilmu mengenai umpire dan scoring yang menjadi salah satu kompetensi penting bagi pelatih. Sementara hari ketiga diisi sesi evaluasi dan sarasehan bersama pengurus PCI.
Dua rekan sesama guru PJOK Dody Herdiyanto dan Radiono, turut memberikan tanggapan positif terkait kegiatan tersebut. Dody menilai pelatihan ini akan memberi warna baru dalam pengembangan olahraga di madrasah.
“Pak Nurwachidin punya semangat besar dalam membina siswa. Dengan ilmu baru dari pelatihan ini, kami optimistis cricket bisa mulai diperkenalkan kepada siswa dan menjadi cabang olahraga yang diminati,” ujar Dody Herdiyanto.
Sementara itu Radiono menekankan pentingnya regenerasi dan diversifikasi cabang olahraga di sekolah.
“Siswa membutuhkan variasi olahraga, dan cricket bisa menjadi pilihan yang menarik. Kami mendukung penuh langkah Pak Nurwachidin dan siap bekerja sama untuk mengembangkan program latihan di madrasah,” tambah Radiono.
Dengan bertambahnya guru bersertifikat pelatih cricket tingkat dasar, semoga MTsN 1 Banjarnegara dapat membentuk ekstrakurikuler cricket sebagai bagian dari pengembangan olahraga prestasi. Pihak madrasah menargetkan adanya pembinaan rutin dan partisipasi dalam kejuaraan antarpelajar di masa mendatang.
Pelatihan Pelatih Cricket Jawa Tengah 2025 ini menjadi momentum penting bagi MTsN 1 Banjarnegara untuk terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik sekaligus membangun tradisi olahraga yang lebih luas. Kehadiran guru-guru yang berkompeten diyakini akan membawa dampak positif bagi perkembangan minat dan bakat siswa. (Lin/La)







