Podcast Madtsansa Ada Apa Episode ke-22 Resmi Tayang: Angkat Tema “Generasi Siaga, Generasi Berdaya” Bersama Duta SSK 2025

Banjarnegara (Humas) – Podcast Madtsansa Ada Apa kembali hadir dan resmi merilis episode ke-22 pada Senin (24/11) melalui kanal YouTube serta seluruh media sosial Madtsansa. Episode terbaru ini menghadirkan perbincangan istimewa dengan dua siswa yang baru dikukuhkan sebagai Duta Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Madtsansa 2025, yaitu Raffasya Aufa Putra dari kelas 8D dan Denessia Alya Khairannisa dari kelas 8C. Mengusung tema “Generasi Siaga, Generasi Berdaya”, episode ini menyoroti kesadaran remaja terhadap isu-isu kependudukan dan pentingnya membangun generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Podcast dibuka oleh host Linara, yang dalam narasinya menggambarkan kebutuhan akan generasi muda yang bukan hanya tumbuh, tetapi juga mempersiapkan masa depan bangsa sejak dini. Ia menyampaikan, “Di sekolah kita, Madtsansa tercinta, benih-benih kesadaran mulai ditanam bersama. Tentang keluarga, tentang masa depan, tentang rencana. Tentang hidup yang tak hanya dijalani… tapi dipersiapkan sejak dini.”

Dalam sesi perkenalan, Raffasya mengungkapkan kebahagiaannya bisa menjadi representasi siswa Madtsansa dalam advokasi kependudukan.

“Alhamdulillah, luar biasa senang bisa hadir di sini. Misi saya ingin membawa teman-teman lebih paham isu kependudukan,” ujarnya.

Sementara Denessia mengaku antusias sekaligus bertekad menunaikan amanah sebagai Duta SSK Putri 2025.

“Saya ingin teman-teman perempuan punya kesadaran tentang kesehatan reproduksi sejak dini,” tuturnya.

Podcast semakin menarik ketika keduanya menjelaskan alasan isu kependudukan perlu dipahami remaja. Menurut Raffasya, dampak persoalan ini justru berpengaruh kuat pada usia remaja, seperti risiko pernikahan dini, stunting, hingga putus sekolah. Denessia menambahkan bahwa ketidaktahuan menjadi salah satu faktor penyebab tingginya kasus tersebut di beberapa daerah.

Dalam podcast, keduanya juga menceritakan proses seleksi Duta SSK yang melibatkan tes pengetahuan, public speaking, hingga presentasi isu kependudukan. Raffasya menyebut tantangan terbesar justru pada bagaimana mengolah data menjadi pesan edukasi yang mudah dipahami, sementara Denessia menyoroti pentingnya public speaking dan kepercayaan diri. Momen pengukuhan menjadi pengalaman emosional bagi keduanya, karena menurut mereka, gelar duta bukan sekadar prestasi, tetapi amanah dan tanggung jawab teladan bagi seluruh siswa Madtsansa.

Ketua Tim SSK Madtsansa, Hj. Asih Wijayanti, turut memberikan apresiasi dalam sesi rekaman. Ia menyatakan bahwa hadirnya Duta SSK setiap tahun berfungsi sebagai motor penggerak perubahan positif dalam lingkungan sekolah. Ia mengungkapkan harapannya terhadap episode kali ini sebagai pemantik kesadaran remaja mengenai pernikahan dini, kesehatan reproduksi, dan bonus demografi.

Salah satu siswa kelas 8D, Neztya, mengaku bangga karena perwakilan kelasnya dipercaya mengemban amanah besar sebagai Duta SSK 2025. Ia mengatakan bahwa podcast ini membuatnya lebih mengerti pentingnya remaja memahami isu kependudukan dan menjaga masa depan. Suaranya menjadi representasi kebanggaan banyak siswa yang ikut menyaksikan penayangan podcast.

Pada bagian akhir, kedua duta menyampaikan harapan agar Madtsansa semakin dikenal sebagai sekolah pelopor pendidikan kependudukan di tingkat daerah. Mereka juga menargetkan kampanye edukasi melalui konten digital, kerja sama dengan organisasi siswa, serta pembentukan budaya diskusi kritis dan sehat tentang kesehatan reproduksi dan perencanaan masa depan di kalangan remaja.

Host Linara menutup episode dengan pesan menyentuh:

“Bahwa masa depan bangsa bukan menunggu, tapi disiapkan. Bahwa menjadi remaja bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang siapa kita 10 tahun lagi.” (Fy)

Skip to content