Banjarnegara (Humas) — UPTD Puskesmas Karangkobar menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektoral (Lokmin Linsek) Triwulan IV pada Selasa (25/11/2025), bertempat di Aula Puskesmas Karangkobar. Kegiatan ini dihadiri Camat Karangkobar, Forkompimca, Kepala KUA, kepala desa se-Kecamatan Karangkobar, bidan desa, serta kader kesehatan.
Kepala Puskesmas Karangkobar, Agus, menyampaikan beberapa poin utama terkait capaian dan evaluasi program kesehatan.
“Alhamdulillah, angka stunting di Banjarnegara terus menunjukkan tren penurunan. Namun kita tetap harus memperkuat kerja sama untuk menekan kasus kehamilan dan pernikahan dini serta meningkatkan cakupan layanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Beliau juga menyoroti tingginya kasus pada kelompok remaja.
“Sampai Oktober 2025, kami mencatat 28 kasus kehamilan remaja dan 21 kasus persalinan remaja. Ini menjadi alarm bersama agar edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini semakin diperkuat di tingkat desa,” terangnya.
Dari unsur Kementerian Agama, Kepala KUA Karangkobar, H. Amat Maskuri, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga generasi muda.
“KUA berkomitmen penuh mencegah pernikahan dini sesuai aturan usia minimal 19 tahun. Melalui para penyuluh agama, kami terus mengedukasi masyarakat agar memahami risiko pernikahan dini dan bagaimana hal itu berkaitan dengan pencegahan stunting,” tegasnya.
Lokakarya ini meneguhkan semangat kebersamaan lintas sektor untuk mewujudkan masyarakat Karangkobar yang lebih sehat, cerdas, dan terlindungi dari berbagai risiko kesehatan dan sosial.
(dr/ azd)







