Banjarnegara (Humas) – Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal hari ke-4 di MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Kamis (27/11) berjalan tertib dan lancar. Pada hari ini, dua mata pelajaran diujikan, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada sesi pertama dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada sesi kedua. Meskipun secara umum kegiatan berlangsung baik, panitia mencatat adanya tiga siswa yang tidak dapat mengikuti asesmen karena sakit.
Wakil Kepala Madrasah urusan kurikulum, Hj. Yuniyati, menyampaikan bahwa pelaksanaan ASAS hari ke-4 tetap sesuai jadwal dan standar operasional yang telah ditetapkan. Meski ada beberapa kendala kecil, termasuk ketidakhadiran peserta karena faktor kesehatan, namun tidak mengganggu jalannya asesmen.
“Alhamdulillah pelaksanaan hari ini berjalan lancar. Semua pengawas hadir, dan seluruh perangkat ujian baik soal maupun sarana prasarana sudah siap sejak pagi. Hanya saja ada tiga peserta yang terpaksa absen karena sakit. Kami sudah menerima laporan resmi dari wali kelas masing-masing,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa madrasah akan memberikan kesempatan bagi siswa yang sakit untuk mengikuti ujian susulan sesuai ketentuan.
Ketua panitia ASAS, Abdul Majid, juga membenarkan adanya tujuh siswa yang tidak dapat mengikuti asesmen hari ini. Menurutnya, panitia telah mencatat dan memastikan dokumentasi ketidakhadiran agar tidak menghambat proses penyusunan rekapitulasi nilai.
“Dari laporan yang masuk, ada tujuh siswa yang tidak bisa hadir karena kondisi kesehatan yang kurang baik. Kami sudah berkoordinasi dengan wali kelas dan bagian kurikulum. Data absensi ini penting sebagai dasar pelaksanaan ujian susulan yang nanti akan dijadwalkan. Yang terpenting, siswa yang sakit dapat beristirahat dan pulih terlebih dahulu,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pengawas ruang pada sesi pertama, Agustina Dewi Merdekawati, mengungkapkan bahwa suasana ruang ujian relatif kondusif. Peserta tampak serius mengerjakan soal, dan tidak ada kejadian yang mengganggu konsentrasi siswa.
“Di ruang yang saya awasi, semuanya berjalan tertib. Anak-anak fokus dan memahami tata tertib ujian. Tidak ada gangguan teknis maupun situasi yang membuat mereka tidak nyaman,” katanya. Menurutnya, kedisiplinan siswa dalam mengikuti aturan memberikan kontribusi besar terhadap kelancaran pelaksanaan asesmen.
Di sisi lain, beberapa siswa yang mengikuti ujian hari ke-4 juga memberikan kesan positif terhadap pelaksanaannya. Nova Amalia, siswi kelas 8A, mengungkapkan bahwa soal IPA cukup menantang tetapi masih sesuai dengan materi yang telah dipelajari.
“Soal IPA lumayan menantang, terutama bagian analisis. Tapi saya merasa masih bisa mengerjakan karena sudah dibahas di kelas. Untuk SKI juga alhamdulillah cukup lancar,” ujar Nova.
Hal senada disampaikan oleh Faris Prasetyo, siswa kelas 7F, yang merasa lega dapat menjalani ujian hari ini tanpa kendala berarti. Menurutnya, persiapan yang matang membantu dirinya lebih tenang saat mengerjakan soal.
“Awalnya saya tegang, apalagi ini pengalaman pertama ikut ASAS sebagai siswa kelas 7. Tapi setelah mulai mengerjakan, saya jadi lebih tenang. Soal-soalnya jelas dan tidak terlalu menyulitkan,” ungkap Faris.
Panitia memastikan bahwa seluruh proses asesmen telah berjalan sesuai standar mulai dari pembagian soal, pengawasan, hingga pengumpulan lembar jawaban. Mereka juga menegaskan bahwa ketidakhadiran siswa karena sakit telah ditindaklanjuti, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Semoga pelaksanaan ASAS hingga hari terakhir tetap lancar, dan anak-anak bisa mengikuti dengan baik,” harap Hj. Yuniyati.
Dengan berjalannya ASAS hari ke-4 tanpa hambatan besar, pihak madrasah optimistis pelaksanaan asesmen hingga hari-hari berikutnya dapat berlangsung dengan sukses. Meskipun terdapat siswa yang berhalangan hadir, madrasah tetap mengedepankan kebijakan yang humanis dan memberikan kesempatan penuh bagi mereka untuk mengikuti ujian susulan setelah kondisi kesehatan membaik. (Fy/La)







