KKMI–KKG Banjarnegara Sukses Gelar Workshop Diseminasi KBC, Peserta Antusias hingga Praktik Modul Deep Learning

Banjarnegara – Kolaborasi Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Banjarnegara berhasil menyelenggarakan Workshop Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan ini diikuti oleh para guru MI se-Kecamatan Banjarnegara sebagai upaya meningkatkan pemahaman terhadap implementasi kurikulum yang berorientasi pada penguatan karakter dan pembelajaran bermakna.(28/11)

Workshop diawali dengan penyampaian materi Kebijakan KMA 1503 oleh Pengawas Madrasah, Vijanti Marzuqi. Dalam paparannya, Vijanti menekankan pentingnya kesiapan guru dalam menyesuaikan diri dengan regulasi terbaru kementerian serta penguatan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. “Guru madrasah harus siap bertransformasi, tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga menghidupkan nilai-nilainya dalam proses belajar mengajar,” ungkapnya.

Sesi berikutnya diisi oleh narasumber utama, guru senior Resti dari MI Ahsanul Ulum, yang menyampaikan materi inti Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta. Dalam penyampaiannya, Resti menjelaskan bahwa KBC bukan sekadar kurikulum tertulis, melainkan ruh dalam pembelajaran yang mengedepankan nilai empati, kasih sayang, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

“Deep learning dalam KBC harus benar-benar dihidupkan melalui pengalaman belajar yang bermakna. Guru bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi menanamkan nilai melalui interaksi yang humanis dan kontekstual,” tutur Resti saat sesi pemaparan.

Yang menarik, workshop ini tidak hanya berhenti pada tataran teori. Para peserta diajak langsung ke sesi praktik penyusunan modul pembelajaran berbasis deep learning. Seluruh peserta tampak sangat antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari perumusan tujuan pembelajaran, integrasi nilai KBC, hingga penyusunan aktivitas pembelajaran yang kreatif dan reflektif.

Ketua KKG, Nani,  menyampaikan apresiasinya atas suksesnya kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, kolaborasi KKMI dan KKG ini benar-benar memberikan dampak nyata. Guru tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di kelas,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan para guru MI di Kecamatan Banjarnegara semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta selaras dengan semangat KMA 1503, sekaligus mampu menghadirkan pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan berkarakter bagi peserta didik.(nas)

Skip to content