Banjarnegara – Suasana kegiatan workshop kolaborasi Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Banjarnegara berlangsung semakin hidup dan penuh semangat berkat peran salah satu guru MIFABARA, Nani sebagai pengisi jeda sesi dengan berbagai ice breaking yang seru, edukatif, dan sarat filosofi. Ice breaking ini menjadi salah satu momen yang paling berkesan bagi seluruh peserta workshop.(28/11)
Nani adalah salah satu guru MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) diberi tugas khusus oleh panitia sebagai pengisi jeda antar sesi materi agar peserta tetap fokus, segar, dan bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dengan pembawaan yang enerjik, komunikatif, serta penuh kehangatan, Nani berhasil mengajak seluruh peserta terlibat aktif dalam setiap permainan dan aktivitas penyemangat yang disuguhkan.
Tidak sekadar permainan penyegar suasana, ice breaking yang dibawakan Nani juga mengandung pesan-pesan mendalam tentang pentingnya kebersamaan, kekompakan, keikhlasan, serta semangat kolaborasi dalam dunia pendidikan. Setiap gerakan dan aktivitas selalu diakhiri dengan refleksi singkat yang mengaitkan makna permainan dengan peran guru dalam mendidik siswa.
Peserta workshop tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi ice breaking. Tawa, tepuk tangan, dan ekspresi ceria mewarnai ruangan kegiatan. Guru-guru yang sebelumnya terlihat lelah setelah mengikuti pemaparan materi kembali tampak bersemangat dan siap melanjutkan sesi berikutnya. Suasana yang awalnya formal pun berubah menjadi lebih cair, hangat, dan penuh keakraban.
“Alhamdulillah, dengan ice breaking ini kami jadi lebih segar, tidak mengantuk, dan semakin kompak. Permainannya sederhana, tetapi maknanya sangat dalam,” ungkap salah satu peserta dengan wajah penuh senyum.
Sementara itu, Nani menyampaikan bahwa ice breaking bukan hanya bertujuan untuk menghibur, tetapi juga untuk menyatukan energi positif para peserta. “Guru yang bahagia akan lebih mudah menebarkan cinta dalam pembelajaran. Dari sinilah semangat Kurikulum Berbasis Cinta bisa tumbuh,” ujarnya.
Panitia kegiatan juga mengapresiasi peran Nani yang dinilai sukses menghidupkan suasana workshop. Menurutnya, kehadiran ice breaking yang tepat mampu menjaga konsentrasi peserta hingga akhir kegiatan.
Dengan adanya ice breaking yang seru dan penuh filosofi ini, kegiatan workshop tidak hanya berjalan efektif dari sisi materi, tetapi juga mampu menumbuhkan kekompakan, kegembiraan, serta semangat kebersamaan di antara para pendidik.(nas)







