Banjarnegara (Humas) – Upaya penguatan ekonomi bagi para muallaf kembali diwujudkan melalui Pelatihan Usaha Boga yang diselenggarakan Muallaf Center Aisyiyah pada Ahad (30/11/25) di Balai Latihan Kerja (BLK) Klompok, Banjarnegara. Kegiatan ini berlangsung atas dukungan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertransos) Provinsi Jawa Tengah. Anggota Jamaah Majelis Taklim Bengkel Hati Mandiraja turut ambil bagian aktif sebagai peserta.
Pelatihan ini bertujuan untuk:
- meningkatkan keterampilan boga secara praktis;
- mendorong terbentuknya usaha kecil kuliner yang mandiri;
- memberikan pendampingan usaha berkelanjutan, mulai produksi hingga pemasaran; serta
- memperkuat aspek keagamaan dan sosial bagi para muallaf agar siap berdaya di masyarakat.
Peserta mendapatkan materi teknis memasak, manajemen usaha, pengemasan, hingga strategi pemasaran dari para instruktur BLK. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, dengan peserta mencoba langsung berbagai teknik pengolahan makanan yang potensial dikembangkan sebagai usaha rumahan.
Kepala KUA Mandiraja, Musobihin, mengapresiasi pelaksanaan program ini karena dinilai memberi dampak nyata bagi para muallaf.
“Pelatihan seperti ini sangat membantu para muallaf untuk lebih percaya diri dan berdaya. Keterampilan yang diperoleh hari ini diharapkan menjadi bekal nyata dalam membangun usaha dan kehidupan yang lebih mandiri,” ujarnya.
Ketua Majelis Taklim Bengkel Hati sekaligus pendamping muallaf, Imam Hambali, menambahkan bahwa pelatihan ini memberikan motivasi besar bagi para peserta.
“Para peserta sangat antusias. Mereka merasa didampingi, diperhatikan, dan diberi kesempatan untuk berkembang. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, setelah kegiatan selesai para peserta menerima modal awal berupa alat-alat untuk memulai usaha boga, seperti peralatan memasak dan perlengkapan produksi sederhana. Bantuan ini diharapkan menjadi pijakan awal agar para muallaf dapat segera mempraktikkan keterampilan yang diperoleh dan memulai usaha secara mandiri.
Dengan tambahan dukungan tersebut, pelatihan ini bukan hanya memberikan ilmu, tetapi juga modal nyata untuk menggerakkan usaha kecil di lingkungan para muallaf. Program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan mereka di Banjarnegara.
(F/M, azd)







