Banjarnegara (Humas) – Upaya pembinaan akhlak dan penguatan spiritual terus dilakukan oleh KUA Madukara melalui kegiatan penyuluhan keagamaan. Pada Jumat (28/11/25), Penyuluh Agama Islam Kecamatan Madukara, Mamiatik, menyampaikan materi bertema “Waspadai Maksiat Hati” di Majelis Taklim Al Huda, Desa Limbangan, Kecamatan Madukara.
Dalam penyampaiannya, Mamiatik menegaskan bahwa penyakit hati merupakan sumber banyak persoalan moral dan perilaku manusia. Menurutnya, maksiat hati seperti iri, dengki, sombong, riya, dan buruk sangka dapat merusak hubungan sosial sekaligus menghalangi datangnya ketenangan hidup.
“Maksiat hati sering tidak terlihat, tetapi dampaknya sangat besar. Hati yang kotor bisa memicu perilaku buruk dan menjauhkan kita dari rahmat Allah. Karena itu, menjaga kebersihan hati adalah kewajiban setiap muslim,” ujarnya.
Ia mengajak jamaah untuk lebih peka terhadap kondisi batin masing-masing dengan memperbanyak dzikir, memperbaiki niat, serta menghindari perilaku yang merugikan orang lain. Menurutnya, hati yang bersih akan memancarkan akhlak yang baik dan menumbuhkan hubungan sosial yang lebih harmonis.
“Ketika hati dijaga, maka lisan, perbuatan, dan sikap kita akan ikut terjaga. Inilah kunci agar hidup terasa lebih ringan dan penuh keberkahan,” tambahnya.
Kepala KUA Madukara, Muhamad Ngunwan, memberikan apresiasi atas pelaksanaan penyuluhan ini dan menilai tema yang diangkat sangat penting di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
“Pembinaan seperti ini sangat dibutuhkan. Masyarakat harus diingatkan bahwa akar dari banyak masalah ada pada hati. Semoga penyuluhan ini bisa membuka wawasan dan menguatkan akhlak jamaah,” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh puluhan jamaah yang antusias mengikuti materi. Dengan pembinaan yang konsisten, KUA Madukara berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan hati sebagai fondasi akhlak dan kehidupan sosial yang lebih baik.
(mt/ azd)







