Mantap! MTs Negeri 1 Banjarnegara Menjadi Satu-Satunya Madrasah Pendukung dalam Penilaian Adipura Kabupaten Banjarnegara

Banjarnegara – Menjelang pelaksanaan penilaian Adipura Kabupaten Banjarnegara tahun 2025, MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Berdasarkan jadwal resmi penilaian, tim penilai Adipura akan mengunjungi MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Rabu (3/12) pukul 08.10–08.40 sebagai satu-satunya madrasah yang menjadi titik pantau pada hari ketiga. Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi seluruh warga Madtsansa untuk menunjukkan kualitas lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan tertata.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, mengungkapkan bahwa kepercayaan pemerintah daerah menjadikan madrasah yang dipimpinnya sebagai lokasi penilaian Adipura merupakan wujud apresiasi terhadap upaya berkelanjutan Madtsansa dalam pengelolaan lingkungan.

“Kami merasa sangat terhormat sekaligus terdorong untuk menunjukkan yang terbaik. Seluruh warga madrasah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga para siswa, telah bergerak bersama memastikan lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara benar-benar memenuhi standar kebersihan Adipura,” ujarnya.

Menurutnya, persiapan tidak hanya dilakukan secara mendadak, tetapi merupakan rangkaian kegiatan rutin yang selama ini sudah berjalan.

“Budaya bersih sudah masuk dalam DNA Madtsansa. Setiap hari siswa dibiasakan menjaga lingkungan kelas, halaman, taman, dan berbagai sudut lainnya. Penilaian Adipura ini justru menjadi momentum untuk memperkuat semangat yang telah tertanam,” tambahnya.

Kepala Tata Usaha MTs Negeri 1 Banjarnegara, Aida Wachdah Hikmawati, menjelaskan bahwa koordinasi intensif dilakukan beberapa hari terakhir untuk memastikan seluruh area yang akan menjadi fokus penilaian dalam kondisi optimal.

“Kami melakukan pengecekan ulang terhadap kebersihan ruang kelas, ruang guru, kantor, perpustakaan, sanitasi, saluran air, taman, hingga area parkir. Tim kebersihan kami bekerja luar biasa, dan seluruh guru serta pegawai ikut membantu,” terangnya.

Aida menambahkan bahwa pihak tata usaha juga memastikan sarana pendukung tetap tertata, seperti tempat sampah terpilah, kebun sekolah, hingga dokumentasi program lingkungan.

“Semua kami pastikan lengkap dan siap ditampilkan. Kami ingin menunjukkan bahwa Madtsansa bukan hanya bersih secara fisik, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan lingkungan yang baik,” jelasnya.

Dua tenaga kebersihan madrasah, Masrukhan dan Sunarso, menjadi garda terdepan dalam persiapan jelang penilaian. Mereka mengaku merasa bangga karena peran mereka turut menentukan keberhasilan madrasah dalam penilaian Adipura. Masrukhan, yang bertugas mengelola kebersihan area depan dan taman madrasah, mengatakan bahwa beberapa hari terakhir ia bekerja lebih awal dari biasanya.

“Saya ingin memastikan bahwa taman-taman rapi, rumput tidak terlalu tinggi, dan tempat-tempat yang sering luput diperhatikan benar-benar bersih. Kami bekerja ikhlas karena ini untuk nama baik madrasah,” tuturnya.

Sementara itu, Sunarso yang bertugas mengelola kebersihan area belakang dan fasilitas sanitasi, menambahkan bahwa kekompakan semua pihak membuat pekerjaan terasa lebih ringan.

“Guru-guru dan siswa ikut membantu, jadi kami merasa tidak sendirian. Kami berharap saat tim penilai datang nanti, mereka bisa melihat bahwa kebersihan di sini bukan sekadar persiapan, tetapi sudah menjadi kebiasaan,” ujarnya.

Seluruh warga Madtsansa pun menunjukkan antusiasme tinggi. Sejumlah siswa terlibat dalam kegiatan Jumat bersih, kerja bakti kelas, serta penataan sudut-sudut taman. Lingkungan madrasah tampak semakin asri dengan tanaman-tanaman yang tertata dan area hijau yang dirawat dengan baik.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, MTs Negeri 1 Banjarnegara optimis dapat memberikan kesan positif bagi tim penilai Adipura.

“Harapan kami sederhana: Madtsansa dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan Kabupaten Banjarnegara,” pungkas H. Yatiman.

Kunjungan tim Adipura pada Rabu (3/12) menjadi momentum penting bagi Madtsansa untuk menunjukkan komitmennya terhadap kebersihan dan budaya lingkungan berkelanjutan. Warga madrasah pun berharap upaya ini tidak hanya berbuah penilaian baik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya di Banjarnegara. (Lin)

Skip to content