Cinta Seorang Ayah: Momen Haru Warnai Akad Nikah di KUA Mandiraja

Banjarnegara (Humas) – Balai Nikah KUA Mandiraja menjadi saksi sebuah kisah penuh haru pada Senin (1/12/25), saat berlangsungnya akad nikah antara David Hardi Ferdinan, warga Mandiraja Kulon RT 06 RW 02, dan Clarisa Jenianti Putri, warga Mandiraja Wetan RT 06 RW 03. Prosesi akad yang dimulai pukul 13.00 itu berjalan khidmat, namun perhatian tertuju pada satu sosok, sang ayah mempelai perempuan, Rusmadi, yang datang dari Arcawinangun RT 07 RW 01, Purwokerto Timur, Banyumas.

Meski kedua orang tua Clarisa telah berpisah lama, Rusmadi menunjukkan cinta dan tanggung jawab mendalam sebagai ayah. Ia tiba di KUA Mandiraja sekitar pukul 11.00, dua jam sebelum akad dimulai, demi memastikan prosesi pernikahan putrinya berjalan lancar. Dengan sabar, ia menunggu Clarisa datang, duduk tenang di ruang tunggu, sesekali memperhatikan persiapan akad dengan raut wajah penuh harapan.

Kehadiran Rusmadi memberikan suasana berbeda pada pernikahan tersebut. Di tengah kondisi keluarga yang sudah tak lagi utuh, cintanya pada sang putri tidak pernah pudar. Kepada petugas, ia sempat mengatakan bahwa kehadirannya adalah bentuk komitmen seorang ayah yang ingin melihat anaknya memulai hidup baru dengan restu penuh.

Kepala KUA Mandiraja, Musobihin, mengungkapkan rasa hormat atas sikap Rusmadi. “Kehadiran seorang ayah sangat berarti dalam prosesi akad. Sikap Pak Rusmadi yang datang lebih awal, menunggu dengan sabar, ini contoh nyata bahwa kasih sayang orang tua tidak mengenal keadaan,” ujarnya.

Menurut para saksi, momen paling menyentuh adalah saat Rusmadi mengucapkan ijab dengan suara mantap namun bergetar, menikahkan putrinya dengan David. Suasana hening sejenak, menandai betapa besar makna momen tersebut bagi keluarga.

Clarisa sendiri tak dapat menyembunyikan rasa harunya. “Saya sangat terharu ayah datang lebih awal dan menunggu hanya demi saya. Ini momen yang akan saya kenang sepanjang hidup,” tuturnya.

Prosesi akad nikah itu bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang cinta orang tua yang tak lekang oleh waktu. Kisah Rusmadi menjadi pengingat bahwa bagaimanapun keadaan sebuah keluarga, kasih seorang ayah tetap hadir, setia, dan tulus hingga detik penting kehidupan sang anak. 

(F/M, azd)

Skip to content