Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan menunjukkan sinergi kuat dengan Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Pagentan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang fokus pada pengembangan karakter generasi muda. Sebanyak 20 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH menjadi peserta aktif dalam agenda yang dilaksanakan pada Selasa (2/12/2025) ini.
Kegiatan penyuluhan tersebut berlangsung di kediaman Ibu Rusiyah, yang berlokasi di Dusun Cundukan, Desa Babadan, Pagentan. Penyuluhan ini dipimpin langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, dengan mengangkat tema sentral “Menyiapkan Generasi Muda yang Berkualitas.”
Dalam paparannya, Syaiful Abidin menekankan bahwa pembentukan karakter berkualitas harus dimulai dari lingkungan keluarga, terutama peran orang tua. Pendidikan agama dan karakter yang kuat merupakan fondasi utama bagi anak-anak untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Orang tua memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam melanjutkan estafet pelaksanaan tugas-tugas keagamaan dan kebangsaan bagi generasi penerus,” ujar Syaiful Abidin. “Tanggung jawab kita adalah mendidik anak-anaknya menjadi pribadi muslim yang berkarakter dan shaleh; itulah modal utama bagi masa depan bangsa dan agama.”
Kegiatan ini disambut antusias oleh para KPM, yang merupakan ibu-ibu yang memiliki concern tinggi terhadap masa depan putra-putri mereka. Materi yang disampaikan mencakup tips praktis dalam mendidik anak dengan nilai-nilai Islami, pentingnya pendidikan formal dan non-formal, serta bagaimana menciptakan komunikasi efektif antara orang tua dan anak.
Noviatun Salamah, Pendamping PKH Desa Babadan, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif sinergis ini. Menurutnya, materi penyuluhan tersebut sangat relevan dan dibutuhkan oleh para KPM.
“Kami dari PKH Desa Babadan sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada KUA Pagentan, khususnya Bapak Syaiful Abidin, atas penyuluhan yang sangat bermanfaat ini,” kata Noviatun. “Edukasi tentang pembinaan akhlak dan karakter ini adalah nutrisi penting yang melengkapi bantuan sosial yang diterima para KPM. Ini adalah langkah nyata dalam investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia.”
Sinergi antara KUA dan PKH ini diharapkan menjadi model berkelanjutan di wilayah Pagentan. KUA Pagentan, melalui para penyuluh agamanya, berkomitmen untuk terus memberikan bimbingan rohani dan sosial secara berkala, guna memastikan para penerima manfaat PKH tidak hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga terbekali secara mental, spiritual, dan sosial dalam mendidik anak-anak mereka.
(msa/ azd)







