Banjarnegara (Humas) – Akhlak mulia tidak hanya diwujudkan dalam kebaikan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada hewan dan lingkungan sekitar. Pesan itulah yang disampaikan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sigaluh, Khalimatus Sya’diyah, dalam kegiatan bimbingan keagamaan yang digelar di Majelis Taklim An Nadiyah, Dusun Gembongan, Jumat (5/12/2025).
Materi tersebut diangkat sebagai respons atas berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia dalam dua bulan terakhir. Bencana seperti tanah longsor di Majenang dan Pandanarum, serta banjir besar di Aceh dan Sumatra Utara, menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam.
“Lagi dan lagi kita diingatkan oleh Allah melalui musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra Utara. Banjir bandang merenggut banyak korban jiwa dan menyebabkan kerugian besar,” ujar Khalimah di hadapan jamaah Majelis Taklim yang dipimpin Ibu Siti Nadiyah.
Ia menegaskan bahwa manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki amanah besar untuk mengelola alam secara bijak. Mengeksploitasi lingkungan demi keuntungan sesaat, katanya, hanya akan membuat alam tidak stabil dan memicu bencana seperti banjir serta tanah longsor.
“Allah telah menyediakan alam ini untuk memenuhi kebutuhan kita. Oleh karena itu, mari kita syukuri anugerah tersebut dengan memperlakukannya secara baik dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Menurut Khalimah, salah satu bentuk syukur adalah berakhlak mulia kepada alam, sebagaimana manusia ingin diperlakukan dengan baik oleh sesamanya. Lingkungan yang telah memberikan manfaat besar kepada manusia juga patut mendapatkan perlakuan serupa.
Ia mencontohkan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat, seperti menanam pohon, membersihkan saluran air, serta mengelola sampah dengan benar. “Mari kita jaga kelestarian alam ini. Tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutannya, terutama demi generasi mendatang. Kita mulai dari lingkungan kita masing-masing,” ajaknya.
Kegiatan ini berlangsung hangat dan interaktif, ditandai dengan sesi diskusi mengenai permasalahan lingkungan di sekitar wilayah Gembongan.







