Pasca ASAS, MTsN 1 Banjarnegara Tancap Gas Olah Nilai dan Tuntaskan RDM

Banjarnegara — Pada Rabu (10/12), para guru MTs Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan kegiatan penting pasca pelaksanaan ASAS: pengolahan nilai siswa dan pengerjaan Rapor Digital Madrasah (RDM). RDM adalah sistem rapor digital yang dirancang untuk memudahkan pengelolaan nilai, absensi, serta data akademik siswa di madrasah secara online. Sistem ini memungkinkan guru, wali kelas, serta orang tua siswa mengakses hasil belajar kapan saja tanpa harus menunggu rapor fisik.

Dengan RDM, madrasah dapat mempercepat proses pengolahan nilai, mengurangi kesalahan input manual, serta meningkatkan transparansi data siswa.

Menurut Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Hj Yuniyati, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam memanfaatkan teknologi untuk administrasi pendidikan.

“Setelah pelaksanaan ASAS, kami segera memproses semua nilai agar tercatat dengan benar di sistem. RDM memudahkan kami, karena guru dan wali kelas bisa langsung memasukkan nilai dan data tanpa harus menunggu rapor cetak. Ini mempercepat distribusi hasil ke orang tua siswa.”

Sementara itu, admin RDM di sekolah, Kasum, menyampaikan bahwa semua wali kelas dan guru mapel telah dibagi jadwal untuk entri data, pengecekan dan validasi nilai, serta sinkronisasi data siswa ke portal pusat. Ia menekankan pentingnya backup data agar terhindar dari kehilangan data ketika server atau koneksi bermasalah.

Dua wali kelas, Musfiatul Muniroh (kelas 7A) dan Setyo Aji Tri Purnomo (kelas 8G), mengungkapkan apresiasi mereka terhadap sistem ini.

“Dengan RDM, kita bisa memasukkan nilai harian, tugas, dan ulangan harian secara langsung, serta menambahkan catatan perkembangan siswa sehingga nanti rapor menjadi lebih komprehensif.” ucap Musfiatul Muniroh.

Setyo Aji menambahkan bahwa wali murid tak perlu menunggu sampai akhir semester untuk melihat perkembangan anak; begitu nilai sudah diproses, rapor bisa segera diakses.

Beberapa guru mata pelajaran juga memberikan tanggapan. Umi Mahmudah (guru Al-Qur’an Hadits) menyatakan bahwa pengisian nilai dengan RDM terasa lebih praktis dibandingkan sistem manual, terutama dalam menilai aspek afektif dan spiritual yang biasanya sulit tercatat dengan rapor cetak.

Sedangkan Sumiyati (guru IPA) menekankan bahwa dengan RDM, data nilai IPA termasuk ulangan, tugas, dan aktivitas praktikum bisa terdokumentasi dengan baik dan rapi.

Kepala Urusan Kurikulum berharap bahwa pengolahan nilai dan pengerjaan RDM sekarang bisa mempercepat distribusi rapor ke siswa dan orang tua, serta meminimalkan kesalahan administratif. Dengan sistem digital, diharapkan juga madrasah bisa memantau perkembangan belajar siswa secara berkelanjutan, sekaligus memudahkan evaluasi guru dan kelas.

Dari sisi guru, sistem ini dianggap sebagai langkah maju dalam digitalisasi pendidikan madrasah memudahkan kerja mereka, menghemat waktu, dan memberi ruang untuk fokus pada kualitas pembelajaran, bukan administratif.

Salah satu harapan besar dari seluruh tim adalah agar orang tua siswa aktif memanfaatkan RDM untuk memantau perkembangan anak. Dengan demikian, komunikasi antara madrasah dan wali murid bisa lebih intensif, terutama jika ada siswa yang perlu pendampingan atau bimbingan ekstra. (Lin)

Skip to content