MI Ma’arif Kalipelus Gandeng Penyuluh Agama Islam Gelar Parenting Latihan Pemulasaran Jenazah untuk Bekali Siswa, Orang Tua, dan Dewan Guru

Banjarnegara (Humas) — MI Ma’arif Kalipelus menyelenggarakan kegiatan parenting bertema Latihan Pemulasaran Jenazah sebagai upaya membekali siswa, orang tua, serta dewan guru dengan pengetahuan dasar Fardhu Kifayah. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala MI Ma’arif Kalipelus, Kartono, dan menghadirkan dua penyuluh agama Islam, yakni Anugrah Windu Setianingsih, serta Retno Purnawati, sebagai pemateri. (10/12/2025)

Dalam sambutannya, Kartono menegaskan bahwa pemulasaran jenazah merupakan ilmu penting yang tidak hanya perlu dipahami oleh orang dewasa, tetapi juga dikenalkan kepada peserta didik sejak dini. “Pembelajaran seperti ini sangat relevan untuk memperkuat pendidikan karakter dan membangun sikap religius dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, wawasan ini dapat menjadi bekal bagi siswa dan juga orang tua dalam menjalankan kewajiban Fardhu Kifayah,” ujarnya.

Kegiatan parenting ini terbagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, pemateri Anugrah Windu Setianingsih, memberikan penjelasan tentang tata cara menangani jenazah sesuai syariat, mulai dari memandikan, mengafani, hingga menyalatkan. Penjelasan disampaikan secara sistematis dan mudah dipahami, sehingga peserta antusias mengikuti jalannya materi.

Sesi kedua dipandu oleh Retno Purnawati, yang lebih menekankan pada praktik pemulasaran. Peserta diajak mempraktikkan langsung proses mengafani dan memandikan jenazah menggunakan perlengkapan yang disiapkan panitia. Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun tetap interaktif, karena peserta berkesempatan bertanya dan mencoba secara langsung.

Orang tua dan guru terlihat antusias mengikuti setiap tahap kegiatan. Mereka menilai bahwa praktik seperti ini sangat jarang diberikan dalam forum pendidikan formal, sehingga menjadi pengalaman baru yang bermanfaat. Para siswa pun diperkenalkan secara ringan melalui penjelasan visual dan demonstrasi agar tidak menimbulkan rasa takut, tetapi tetap memberi edukasi sesuai tingkat pemahaman mereka.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, MI Ma’arif Kalipelus berharap seluruh peserta dapat memahami pentingnya ilmu pemulasaran jenazah serta mampu menerapkannya ketika dibutuhkan. Kegiatan parenting ini juga menjadi upaya sekolah dalam mempererat kerja sama antara lembaga pendidikan, orang tua, dan penyuluh agama untuk membentuk generasi yang berakhlak dan berpengetahuan agama yang baik. 

(HS, azd)

Skip to content