Tim SSK Madtsansa Gercep Unggah Dokumen Simonev Penduk, Upaya Wujudkan Madrasah Berpredikat Sekolah Siaga Kependudukan Tingkat Provinsi

Banjarnegara — Tim Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) MTs Negeri 1 Banjarnegara mulai bergerak cepat dalam melakukan unggah dokumen pendukung pada platform Simonev Penduk (Sistem Monitoring dan Evaluasi Pendidikan Kependudukan). Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menuju penilaian SSK yang menilai keterlaksanaan program kependudukan di sekolah secara komprehensif.

Sejak awal pekan ini, sekretaris tim SSK Madtsansa, Kasum, tampak intensif mengoordinasikan proses pengumpulan hingga pengunggahan berbagai dokumen penting, mulai dari bukti pembentukan kader SSK, pengembangan pojok kependudukan, integrasi materi kependudukan ke dalam perangkat pembelajaran (RPP, LKS), kegiatan siswa, hingga kemitraan sekolah dengan instansi terkait.

Menurut Kasum, percepatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh bukti implementasi program selama setahun terakhir terdokumentasi baik.

“Kami bergerak gercep karena ingin memastikan semua tahap implementasi SSK terekam lengkap di Simonev Penduk. Dokumen-dokumen ini menunjukkan kerja nyata seluruh warga madrasah dalam mewujudkan generasi yang berwawasan kependudukan, peduli kesehatan reproduksi, dan sadar isu stunting serta KB,” ujarnya.

Proses unggah dokumen tersebut mendapat pendampingan langsung dari Dispermades Banjarnegara, salah satu mitra strategis Madtsansa dalam implementasi program SSK. Perwakilan Dispermades, Holly Kurniawati, melalui daring memastikan setiap komponen yang diunggah sesuai dengan indikator penilaian Simonev Penduk.

“Kami memberikan pendampingan teknis agar dokumen yang diunggah benar-benar akurat, lengkap, dan sesuai standar. MTsN 1 Banjarnegara sudah memiliki berbagai praktik baik dalam gerakan kependudukan, tinggal memastikan semuanya terdokumentasi dengan benar,” ujar Holly.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas keseriusan Madtsansa yang dinilai konsisten melaksanakan program-program yang memperkuat literasi kependudukan di kalangan pelajar.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menegaskan bahwa madrasah sangat berkomitmen dalam merawat dan mengembangkan program SSK. Menurutnya, program ini bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi bagian penting dari pembentukan karakter dan kesadaran siswa.

“Kami ingin para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memahami isu-isu strategis bangsa, termasuk kependudukan, kesehatan reproduksi, dan pencegahan stunting. Unggah dokumen ini adalah bukti kesungguhan kami menjaga kualitas implementasi SSK,” terang Yatiman.

Ia menambahkan bahwa kehadiran pendampingan dari Dispermades semakin memperkuat sinergi antara madrasah dan pemerintah daerah dalam membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan kependudukan di masa depan.

Ketua Tim SSK Madtsansa, Hj. Asih Wijayanti, menjelaskan bahwa program SSK harus berjalan secara sistematis dan terukur. Oleh karena itu, unggah dokumen ke Simonev Penduk menjadi proses penting untuk menunjukkan keterlaksanaan program.

“Monev SSK bukan hanya menilai dokumen, tetapi bagaimana sekolah benar-benar mengembangkan kegiatan yang menyentuh siswa, seperti diskusi isu kependudukan, analisis data, konseling, hingga keterlibatan mereka dalam pojok kependudukan. Semua ini kami laporkan secara lengkap,” jelas Asih.

Ia juga memuji peran sekretaris tim yang bergerak cepat menyusun dan menginput data.

“Pak Kasum bekerja sangat teliti. Ini pekerjaan besar, tapi beliau menjalankannya dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

Melalui unggahan dokumen tersebut, sejumlah bukti implementasi program juga tersorot, di antaranya:

1. Kegiatan pembinaan kader SSK setiap bulan

2. Aktivitas diskusi kelas dan presentasi data kependudukan

3. Pengembangan pojok kependudukan sebagai pusat informasi

4. Kolaborasi dengan BKKBN, Puskesmas, dan Dispermades

5. Integrasi tema kependudukan ke dalam RPP dan LKS berbagai mapel

6. Program pencegahan pernikahan dini dan edukasi kesehatan reproduksi melalui kegiatan P5RA

Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari penilaian yang mengukur sejauh mana Madtsansa membentuk generasi berperilaku positif terhadap isu kependudukan dan pembangunan keluarga.

Dengan bergeraknya tim SSK secara sigap, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap mendapatkan hasil optimal pada penilaian Simonev Penduk tahun ini. Namun lebih dari itu, Madtsansa menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah keberlanjutan edukasi kependudukan bagi seluruh siswa.

“Kami ingin siswa Madtsansa tumbuh menjadi remaja yang berencana, sehat, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depannya,” tutup Kasum. (Lin)

Skip to content