Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Pranikah kepada pasangan calon pengantin, Tri Rahayu dan Fajar Husein, sebagai bagian dari ikhtiar membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah sejak sebelum akad nikah berlangsung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (11/12/2025) di Kantor Urusan Agama Mandiraja.
Bimbingan pranikah tersebut bertujuan mempersiapkan mental dan spiritual calon pengantin agar siap memasuki kehidupan rumah tangga, meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami-istri sesuai tuntunan agama dan peraturan perundang-undangan, serta mencegah terjadinya perceraian melalui pemahaman komunikasi efektif dan penyelesaian konflik. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan keluarga yang berkualitas, sehat lahir batin, dan mampu berkontribusi positif dalam menciptakan masyarakat yang harmonis.
Dalam pemaparan materi, penyuluh agama Islam menyampaikan sejumlah pokok bahasan, antara lain fondasi perkawinan dalam Islam yang meliputi niat menikah sebagai ibadah, pemahaman tentang makna sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta adab membangun rumah tangga sesuai Al-Qur’an dan sunnah. Materi berikutnya mencakup hak dan kewajiban suami-istri, peran kepemimpinan suami, peran istri sebagai pendamping utama dalam rumah tangga, serta pentingnya prinsip saling menghormati, amanah, dan musyawarah.
Selain itu, disampaikan pula materi mengenai komunikasi dan manajemen konflik, yakni cara menyampaikan pendapat dengan baik, mengelola emosi, serta mencari solusi bersama untuk membangun kepercayaan dalam pernikahan. Penyuluh juga memberikan pembinaan terkait pengelolaan ekonomi keluarga, termasuk menentukan prioritas kebutuhan rumah tangga, pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan keuangan, serta perencanaan masa depan keluarga. Materi terakhir membahas kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, kebersihan, serta kesiapan pasangan dalam menyambut peran sebagai orang tua.
Kepala KUA Mandiraja, Musobihin, menyampaikan apresiasi atas keseriusan calon pengantin dalam mengikuti proses bimbingan. “Kami sangat mengapresiasi kesungguhan Tri Rahayu dan Fajar Husein. Kegiatan ini penting sebagai upaya membekali pasangan agar siap menghadapi dinamika rumah tangga. Harapannya, mereka dapat membangun keluarga yang sakinah serta menjadi teladan bagi generasi muda,” ujarnya.
Penyuluh Agama Islam, Hendriyanto, menegaskan bahwa bimbingan pranikah bukan sekadar formalitas, tetapi langkah nyata menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, kedua calon pengantin tersebut menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif dalam diskusi sehingga dapat memahami materi dengan baik.
Calon pengantin Tri Rahayu menyampaikan bahwa bimbingan ini sangat membantu dalam menambah wawasan mengenai kehidupan berumah tangga. Sementara itu, Fajar Husein mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama terkait komunikasi dan pengelolaan rumah tangga yang efektif.
Kegiatan bimbingan pranikah ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi pasangan calon pengantin dalam membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan penuh keberkahan. KUA Mandiraja beserta para penyuluh agama Islam berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam mewujudkan keluarga sakinah di wilayah Mandiraja. (F/M, azd)







