Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wanadadi melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) bertema “Dampak Pernikahan Dini dan Pencegahan Stunting” yang digelar di GOR SMAN 1 Wanadadi. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai risiko pernikahan usia muda serta pentingnya menjaga kesehatan generasi di masa mendatang.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Kepala KUA Wanadadi, H. Hojali Bawono, yang sekaligus membuka resmi kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa remaja harus dibekali wawasan dan karakter kuat demi menghindari keputusan yang berdampak buruk pada masa depan, termasuk pernikahan dini.
Materi pertama disampaikan oleh Darojat, Penyuluh Agama KUA. Ia memaparkan bahaya pernikahan dini yang sering mengakibatkan masalah baru dalam aspek kesehatan, sosial, dan pendidikan. “Pernikahan dini itu mengatasi masalah dengan masalah, bukan mengatasi masalah tanpa masalah,” tegas Darojat, mengajak peserta memahami dampak jangka panjang dari keputusan tersebut.
Materi kedua dibawakan oleh Dicky Firmansyah melalui tayangan film inspiratif. Film tersebut menampilkan gambaran kurangnya disiplin belajar dan adab perilaku siswa, salah satunya ketika guru meminta yang tidak mengerjakan PR untuk keluar kelas, hampir seluruh siswa justru meninggalkan ruangan. “Kita bisa belajar dari pengalaman orang lain tanpa harus mengalaminya,” ungkap Dicky, mendorong siswa untuk mengambil hikmah dari kisah tersebut.
Untuk menyegarkan suasana, kegiatan diselingi ice breaking yang dipandu Namyroh Ndaruwati melalui tepuk 1,2,3 dan tepuk fokus, sehingga peserta kembali bersemangat mengikuti rangkaian acara.
Materi terakhir disampaikan oleh Soif Toif, yang memberikan penjelasan mengenai pentingnya kemampuan mengenali diri sendiri dan memahami karakter orang lain sebagai bekal dalam membangun relasi dan mengambil keputusan hidup.
Kegiatan BRUS ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran remaja tentang bahaya pernikahan dini, pentingnya pencegahan stunting, serta pembentukan karakter positif bagi masa depan mereka.
(NN, azd)







