Pengayaan Bahasa Indonesia Melalui Program Literasi, MIFABARA Perkuat Budaya Baca Siswa

Banjarnegara – MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) melaksanakan kegiatan pengayaan mata pelajaran bahasa Indonesia melalui Program Literasi secara serempak pada Senin (15/12). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas 1 sampai kelas 6 yang telah dinyatakan tuntas Sumatif Akhir Semester (SAS) dengan nilai di atas KKTP 75.

Program pengayaan ini dirancang sebagai bentuk tindak lanjut pembelajaran bagi siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar. Melalui kegiatan literasi, siswa tidak hanya memperdalam kemampuan berbahasa Indonesia, tetapi juga mengembangkan minat baca, daya pikir kritis, serta kemampuan memahami berbagai jenis teks.

Koordinator Bidang Literasi MIFABARA, Laeli Nur Isnaini, menyampaikan bahwa tugas yang diberikan kepada siswa disesuaikan dengan kurikulum merdeka dengan pendekatan deeplearning pada Tujuan Pembelajaran (TP) di fase dan jenjang masing-masing. “Setiap kelas memiliki karakteristik dan capaian pembelajaran yang berbeda, sehingga bentuk pengayaannya pun disesuaikan. Hal ini agar siswa tetap merasa tertantang dan senang belajar,” ujarnya.

Untuk siswa kelas atas, pihak madrasah menyiapkan beragam jenis bahan bacaan, mulai dari buku fiksi seperti cerita rakyat dan cerita anak, hingga buku nonfiksi berupa pengetahuan umum dan bacaan tematik. Sementara itu, siswa kelas bawah mendapatkan buku bacaan berjenjang yang disesuaikan dengan kemampuan membaca mereka.

Wakil kepala madrasah, Nurlaely Khikmawati menuturkan bahwa kegiatan literasi ini memberikan ruang bagi siswa untuk belajar secara mandiri dan aktif. “Anak-anak terlihat antusias memilih buku, membaca, kemudian mengerjakan tugas sesuai arahan. Ini menjadi momen yang baik untuk membiasakan mereka berinteraksi dengan buku,” tuturnya.

Antusiasme juga terlihat dari para siswa yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Mereka membaca, mencatat, dan mendiskusikan isi bacaan bersama teman dan guru pendamping. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan madrasah, termasuk di perpustakaan dan selasar kelas, sehingga suasana belajar terasa lebih santai dan menyenangkan.

Salah satu orang tua siswa mengapresiasi program literasi tersebut. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena anak-anak tidak hanya belajar untuk nilai, tetapi juga dibiasakan membaca dan memahami isi bacaan,” ungkapnya.

Melalui program pengayaan berbasis literasi ini, MIFABARA berharap dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya tuntas secara akademik, tetapi juga memiliki budaya literasi yang kuat sejak dini.(nas)

Skip to content