Banjarnegara – meski tengah memasuki masa libur akhir semester, semangat para guru MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) untuk terus belajar dan mengembangkan diri tidak surut. Salah satunya ditunjukkan dengan keikutsertaan guru MIFABARA dalam berbagai kegiatan webinar dan workshop daring yang diselenggarakan secara nasional, sebagai upaya meningkatkan kompetensi profesional tanpa mengabaikan waktu kebersamaan bersama keluarga.(29/12)
Salah satu pelatihan yang diikuti adalah Temu Nasional Kepramukaan bertema “Peran Pembina Pramuka dalam Mencegah Krisis Karakter di Kalangan Remaja” yang diselenggarakan secara online oleh e-Guru.id. Kegiatan ini menghadirkan pemateri nasional Sukarti., Tim Pelatih Pusdiklatcab Semarang, dan diikuti oleh pendidik dari berbagai daerah di Indonesia.
Guru MIFABARA yang mengikuti kegiatan ini menilai bahwa pelatihan daring menjadi solusi efektif di tengah liburan. Selain menambah wawasan dan keterampilan, kegiatan ini tetap fleksibel sehingga tidak mengganggu agenda liburan.
“Libur bukan berarti berhenti belajar. Justru ini momen yang tepat untuk upgrade kompetensi, karena waktunya lebih longgar dan bisa diikuti dari rumah,” ujar salah satu guru MIFABARA yang mengikuti webinar tersebut.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, menyampaikan apresiasi atas semangat guru-guru dalam memanfaatkan waktu liburan secara produktif. Menurutnya, guru yang terus belajar akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di madrasah.
“Kami selalu mendorong guru untuk aktif mengikuti pelatihan, baik webinar maupun workshop. Dengan cara ini, liburan tetap terasa, tetapi kompetensi guru juga terus meningkat,” tuturnya.
Materi yang diperoleh dari pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan kepramukaan dan pembinaan karakter siswa di MIFABARA. Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dinilai sangat relevan untuk membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial peserta didik.
Salah satu wali murid pun menyambut positif langkah guru yang tetap belajar di masa liburan. “Kami merasa bangga, karena guru-guru anak kami tidak berhenti mengembangkan diri. Ini tentu berdampak baik bagi pendidikan anak-anak,” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan dalam pelatihan daring selama liburan, guru MIFABARA membuktikan bahwa profesionalisme dapat berjalan seiring dengan keseimbangan hidup, menjadikan liburan lebih bermakna dan bermanfaat.(nas)







