Banjarnegara (Humas) — Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi penyuluh agama Islam sebagai pembimbing, pendidik, dan penggerak kehidupan keagamaan masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja, Feti Sulistiyani, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim (MT) Al Falah, Desa Somawangi, Kecamatan Wanasepi, pada Kamis (15/1/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh jamaah majelis taklim setempat dengan penuh antusias. Dalam kesempatan tersebut, Feti Sulistiyani menyampaikan materi bertema “Amalan Ringan tapi Berat di Timbangan”. Materi ini dipilih dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran jamaah bahwa banyak amalan sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang memiliki nilai pahala besar di sisi Allah SWT apabila dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah.
Dalam penyampaiannya, Feti menjelaskan bahwa amalan-amalan ringan seperti dzikir, senyum, berkata baik, membantu sesama, serta menjaga niat dan keikhlasan sering kali dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar bagi kualitas keimanan dan ketenangan batin seseorang. Penyuluhan ini sekaligus menjadi sarana penguatan ibadah hati agar masyarakat tidak hanya berorientasi pada ibadah fisik, tetapi juga pada pembenahan akhlak dan perilaku.
“Sering kali kita mencari amalan yang berat dan sulit, padahal Rasulullah saw., telah mengajarkan banyak amalan ringan yang mudah dilakukan, namun nilainya sangat besar di sisi Allah. Kuncinya adalah keikhlasan dan konsistensi,” tutur Feti Sulistiyani dalam tausiyahnya.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama penyuluhan ini adalah mendorong masyarakat agar lebih semangat mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari hal-hal kecil yang berdampak besar bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Kepala KUA Kecamatan Mandiraja tidak dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Meski demikian, beliau menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan penyuluhan keagamaan di tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi peran aktif penyuluh agama yang terus hadir di majelis taklim untuk memberikan bimbingan keagamaan yang menyejukkan dan membumi. Kegiatan seperti ini sejalan dengan tugas KUA dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran agama di masyarakat,” ungkap Kepala KUA Mandiraja dalam keterangannya.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, KUA Kecamatan Mandiraja menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan keagamaan yang edukatif, persuasif, dan berdampak nyata. Diharapkan, materi yang disampaikan dapat diamalkan oleh jamaah MT Al Falah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu membentuk pribadi muslim yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
(ds/m, azd)







