Budaya Antri di Kantin Madrasah, MIFABARA Tanamkan Nilai Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa

 Banjarnegara – Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah Banjarnegara (MIFABARA) terus menanamkan pendidikan karakter kepada siswa melalui pembiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah penerapan budaya antri saat jajan di kantin madrasah. Pembiasaan ini dilakukan sebagai upaya membentuk sikap disiplin, tertib, dan saling menghargai sejak usia dini.(15/1)

Setiap waktu istirahat, siswa MIFABARA terlihat tertib berbaris saat akan membeli makanan dan minuman di kantin. Dengan pendampingan guru, siswa dibiasakan masuk melalui jalur yang telah ditentukan, menunggu giliran dengan sabar, serta membayar di kasir tanpa saling mendahului. Suasana kantin pun tampak lebih rapi, nyaman, dan teratur.

Penerapan budaya antri ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan ketertiban, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang penting bagi perkembangan karakter siswa. Melalui antri, siswa belajar mengendalikan diri, bersabar, dan menghormati hak orang lain.

Salah satu guru MIFABARA menyampaikan bahwa budaya antri merupakan bagian dari pendidikan karakter yang terus ditanamkan secara konsisten. “Antri mengajarkan anak-anak bahwa setiap orang memiliki hak yang sama. Dengan antri, mereka belajar disiplin dan tidak mementingkan diri sendiri,” ujarnya.

Secara filosofi, budaya antri memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghargaan terhadap waktu, aturan, dan sesama. Antri melatih siswa untuk memahami proses, bahwa segala sesuatu ada tahapannya dan tidak bisa diperoleh secara instan. Nilai ini diharapkan dapat terbawa hingga kehidupan siswa di luar madrasah.

Selain itu, budaya antri juga melatih rasa tanggung jawab dan kejujuran, terutama saat siswa melakukan transaksi di kantin. Siswa diajarkan untuk mengambil makanan secukupnya, membayar sesuai harga, serta menjaga kebersihan lingkungan kantin.

Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, berharap pembiasaan budaya antri ini dapat menjadi karakter yang melekat pada diri siswa. “Hal kecil seperti antri jika dibiasakan akan membentuk pribadi yang tertib, sabar, dan berakhlak baik. Ini adalah bekal penting bagi anak-anak di masa depan,” tuturnya.

Melalui penerapan budaya antri di kantin madrasah, MIFABARA berkomitmen untuk terus menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung pembentukan karakter positif. Pembiasaan ini menjadi salah satu langkah nyata madrasah dalam mencetak generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu hidup tertib di tengah masyarakat.(nas)

Skip to content