Penyuluh Agama Dampingi Remaja Masjid At-Taqwa Prigi, Tekankan Pentingnya Ilmu bagi Generasi Alpha

Banjarnegara (Humas) — Senin (26/1/2026), Penyuluh Agama Islam KUA Sigaluh, Khalimatus Sya’diyah, mendampingi kegiatan pengajian rutin Remaja Masjid At-Taqwa Desa Prigi yang dilaksanakan setiap Senin bakda Ashar.

Pengajian kali ini diikuti oleh para remaja Generasi Alpha, yakni generasi yang lahir setelah tahun 2010. Tema yang diangkat adalah “Pentingnya Ilmu sebagai Bekal Kebahagiaan Masa Depan”, dengan tujuan membangkitkan kembali semangat belajar generasi muda di tengah tantangan zaman.

Dalam penyampaiannya, Khalimatus Sya’diyah menjelaskan bahwa Generasi Alpha merupakan generasi yang pada masa kanak-kanaknya mengalami pandemi Covid-19, sehingga harus menjalani proses belajar dari rumah dalam waktu yang cukup panjang. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi pola pikir dan perilaku belajar anak-anak.

“Generasi ini juga sejak usia dini sudah sangat akrab dengan teknologi dan gawai. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, karena semangat menuntut ilmu sering kali kalah dengan ketertarikan pada dunia digital,” jelas Khalimah.

Melihat fenomena tersebut, Khalimah menekankan pentingnya memberikan motivasi agar generasi Alpha tetap giat menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum, sesuai dengan potensi dan minat masing-masing.

“Dengan ilmu, kita membuka jendela pengetahuan. Dari sanalah akan lahir berbagai manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain memberikan motivasi, Khalimah juga mengajak para remaja berdialog dengan menanyakan cita-cita mereka satu per satu. Beragam cita-cita disampaikan, mulai dari ingin menjadi guru, dokter, pengusaha, tentara, hingga profesi lainnya. Menurut Khalimah, hal tersebut menunjukkan bahwa generasi muda telah memiliki mimpi, yang perlu didampingi dan diarahkan agar tidak salah langkah dalam meraih masa depan.

Salah satu peserta, Rasya, menyampaikan cita-citanya di hadapan jamaah.
“Saya kalau sudah besar ingin menjadi pengusaha sukses yang bisa berbagi kepada sesama. Karena itu saya berencana melanjutkan sekolah ke MTs, lalu ke SMK,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Khalimah memberikan penguatan dan apresiasi.
“Apa yang disampaikan Rasya sudah tepat. Di MTs akan memperkuat bekal ilmu agama, sedangkan di SMK akan mempelajari keterampilan dan ilmu kewirausahaan. Keduanya saling melengkapi,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, Khalimatus Sya’diyah menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap muslim, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Keseimbangan keduanya menjadi kunci untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

(ks/azd)

Skip to content