Banjarnegara – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu kegiatan kepramukaan, Pembina Pramuka MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) mengikuti Temu Nasional Kepramukaan yang diselenggarakan oleh e-Guru Indonesia secara daring pada 26–28 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada malam hari dan setara dengan 38 Jam Pelajaran (JP).
Temu nasional tersebut mengangkat tema “Penguatan Perencanaan Kepramukaan yang Sistematis di Awal Tahun Ajaran bagi Pembina Pramuka”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional Suyahman, yang memiliki pengalaman panjang di dunia kepramukaan sebagai purna andalan nasional, purna pelatih nasional dan daerah, serta tokoh pendidikan.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pembekalan materi yang komprehensif, meliputi analisis kebutuhan gugus depan dan penguatan peran pembina, perencanaan program kerja serta kalender kegiatan kepramukaan, hingga monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut program agar kegiatan pramuka berjalan terarah dan berkelanjutan.
Pembina Pramuka MIFABARA mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan kesungguhan. Hal ini sejalan dengan upaya madrasah untuk terus menghadirkan kegiatan pramuka yang tidak sekadar rutin, tetapi juga bermakna dalam pembentukan karakter peserta didik.
Kamabigus MI Al Fatah Parakancanggah menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan pembina dalam kegiatan berskala nasional tersebut. “Kepramukaan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai disiplin, kemandirian, tanggung jawab, dan kerja sama pada siswa. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pembina menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya.
Ia berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari Temu Nasional Kepramukaan ini dapat diimplementasikan dalam penyusunan program pramuka di MIFABARA. “Dengan perencanaan yang sistematis, kegiatan pramuka akan lebih terarah dan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter peserta didik,” tambahnya.
Melalui keikutsertaan dalam Temu Nasional Kepramukaan 38 JP ini, MIFABARA menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan karakter melalui kepramukaan yang terencana, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan siswa.(nas)







