Kontribusi Lintas Sektor, Penghulu KUA Pagentan Hadiri Lokakarya Mini Kesehatan 2026

Banjarnegara (Humas) _Dalam upaya memperkuat koordinasi pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan, Penghulu  Ahli Pertama pada Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, Nasta’in, menghadiri kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) Bidang Kesehatan pada Rabu, 11 Februari 2026. Acara yang berlangsung di Aula Kecamatan Pagentan ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh Puskesmas Pagentan 1 dan Puskesmas Pagentan 2.

Kegiatan ini menjadi wadah krusial untuk mengevaluasi capaian terkait lima permasalahan kesehatan prioritas di wilayah Pagentan, yakni penanganan stunting, Demam Berdarah Dengue (DBD), Tuberkulosis (TBC), pencegahan persalinan mandiri, serta isu krusial mengenai kehamilan remaja.

Hadir dalam forum tersebut berbagai unsur lintas sektoral, mulai dari Korwil Dindikpora, Pendais, KUA, Polsek, Koramil, hingga Kepala Desa, bidan desa, dan penggerak PKK. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa urusan kesehatan merupakan tanggung jawab kolektif.

Dalam sesi diskusi, Nasta’in memberikan perhatian khusus pada fenomena sosial yang terjadi pada generasi muda saat ini. Ia mengaku mendapat perspektif baru setelah mencermati data di lapangan.

“Setelah melakukan diskusi panjang, akhirnya saya terbuka atas kondisi masyarakat mengenai kenakalan remaja. Generasi Z saat ini, bahkan yang masih usia SD, sudah paham dengan hal-hal yang berkaitan dengan  seksual dan beberapa sudah hampir terjerumus. Hal demikian menjadi perhatian kita bersama,” ujar Nasta’in serius.

Sejalan dengan hal itu, Kepala Puskesmas menekankan peran penting pengawasan orang tua terhadap akses informasi digital. Beliau menegaskan bahwa tren kesehatan dan perilaku menyimpang ini sangat dipengaruhi oleh paparan konten yang tidak tersaring. “Bahaya teknologi bagi anak-anak luar biasa jika tidak dibarengi dengan pendampingan yang ketat,” ungkapnya.

Melalui Lokmin ini, KUA Pagentan berkomitmen untuk terus mengintegrasikan edukasi kesehatan, khususnya pencegahan pernikahan dini dan edukasi reproduksi, melalui bimbingan perkawinan dan penyuluhan di tengah masyarakat.

(nt/azd)

Skip to content