Gercep! Tak Mau Mustahik Menunggu Lama, Penyuluh KUA Pagentan Langsung “Grebek” Desa Sokaraja

Banjarnegara (Humas) – Siapa bilang urusan birokrasi harus selalu kaku dan lama? Di Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, semangatnya justru sebaliknya: kalau bisa dipercepat, kenapa harus diperlama? Semangat itulah yang dibawa oleh M. Syaiful Abidin, Penyuluh Agama Islam Fungsional dari KUA Pagentan.

Pada Rabu (11/2/2026), Syaiful melakukan aksi “jemput bola” dengan mendatangi langsung Kantor Desa Sokaraja. Tujuannya jelas, yakni mengamankan berkas-berkas para mustahik (penerima zakat) agar bantuan dari Baznas Banjarnegara bisa segera cair tanpa hambatan administratif.

Langkah proaktif ini diambil Syaiful karena ia paham betul bahwa urusan perut dan kebutuhan pokok tidak bisa menunggu lama. Biasanya, kendala paling klasik dalam penyaluran bantuan adalah berkas yang tertahan atau proses verifikasi yang molor karena jarak dan waktu.

“Kita nggak mau cuma duduk manis nunggu bola di kantor. Kecepatan itu kunci kalau urusannya pelayanan umat,” ungkap Syaiful dengan santai di sela-sela kegiatannya. Menurutnya, dengan datang langsung, ia bisa mengecek kelengkapan dokumen secara real-time. Jadi, kalau ada yang kurang, bisa langsung diperbaiki saat itu juga sebelum disetorkan ke kabupaten.

Kedatangan Syaiful disambut hangat oleh Slamet Riyadi, perangkat Desa Sokaraja. Di ruang tamu kantor desa yang sederhana, tumpukan berkas mustahik berpindah tangan. Slamet mengaku sangat terbantu dengan inisiatif “gerak cepat” (gercep) dari penyuluh KUA ini.

Ia mengakui bahwa kesibukan di tingkat desa terkadang membuat urusan pengantaran dokumen fisik ke kecamatan atau kabupaten jadi tertunda. “Alhamdulillah, Pak Syaiful malah datang ke sini. Ini sangat memudahkan kami. Sinergi seperti ini yang bikin kerja jadi enak dan warga juga senang karena bantuannya nggak pakai lama,” ujar Slamet.

Aksi jemput bola ini diharapkan bukan sekadar sekali jalan, tapi jadi tren positif di wilayah lain. Harapannya sederhana namun bermakna: di tahun 2026 ini, penyaluran zakat dari Baznas di Banjarnegara bisa benar-benar tepat sasaran, tepat jumlah, dan yang paling penting, tepat waktu.

Langkah kecil Syaiful ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik yang keren adalah pelayanan yang hadir langsung di tengah masyarakat, bukan yang minta didatangi terus-menerus. 

(msa/azd)

Skip to content