Banjarnegara (Humas) – Menyambut bulan Ramadan itu nggak cuma soal nyiapin stok sirup atau menu buka puasa saja, lho. Warga di Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, punya cara yang jauh lebih keren buat menyambut bulan suci tahun ini.
Pada Rabu (11/02), suasana di Gedung Serba Guna Singawedana, Dusun Sokaraja, mendadak jadi adem dan penuh ilmu. Ternyata, teman-teman dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan bareng Pendamping PKH lagi kolaborasi mengadakan penyuluhan buat para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sebanyak 67 peserta yang hadir kelihatan semangat banget buat “ngisi baterai” spiritual mereka.
M. Syaiful Abidin, Penyuluh Agama dari KUA Pagentan, hadir sebagai “coach” spiritual hari itu. Beliau nggak cuma ngingetin soal menahan lapar dan haus, tapi membagikan 5 Dimensi Persiapan yang wajib banget kita punya:
- Ruhiyyah (Mental-Spiritual): Bersih-bersih hati biar niatnya makin tulus.
- Amaliyyah: Mulai “pemanasan” dengan ibadah sunnah dari sekarang.
- Ilmiyyah: Paham ilmunya biar nggak sekadar ikut-ikutan puasa, tapi ngerti fikihnya.
- Maaliyyah (Finansial): Nyiapin tabungan buat sedekah dan zakat, biar makin berkah.
- Jasadiyyah (Fisik): Jaga kesehatan tubuh supaya tetap fit selama sebulan penuh.
“Keseimbangan antara batin yang tenang dan fisik yang sehat itu kuncinya supaya kita bisa dapet keberkahan maksimal,” ujar Syaiful dengan santai tapi ngena.
Gatot Aribowo, Pendamping PKH Desa Sokaraja, merasa kolaborasi lintas sektor ini penting banget. Menurutnya, warga nggak cuma butuh bantuan secara ekonomi atau sosial saja, tapi juga butuh asupan mental yang kuat.
“Kita pengen para KPM PKH punya ketahanan mental yang oke. Jadi, lewat bimbingan dari KUA ini, ibadah Ramadan mereka bukan cuma rutinitas, tapi benar-benar jadi momen transformasi diri,” jelas Gatot.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang seru dan doa bersama. Harapannya simpel: supaya warga Dusun Sokaraja bisa menjalani Ramadan dengan lebih berilmu, sehat, dan tentu saja penuh semangat kebersamaan.
(msa/azd)







