Banjarnegara (Humas) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarnegara, Ani Musyarofah, mengisi kajian rutin di Majelis Taklim An Nisa Desa Ampelsari dengan tema reflektif tentang tiga karakter umat dalam menyambut Ramadan, Rabu (11/2). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri puluhan jamaah yang antusias mengikuti materi hingga selesai.
“Setidaknya ada tiga golongan manusia saat Ramadan tiba. Pertama, golongan yang bergembira dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Mereka menyambut Ramadan sebagai tamu agung, memperbaiki niat, meningkatkan ibadah, dan memohon ampunan sebelum bulan suci datang,” tutur penyuluh.
“Kita patut menjadi golongan pertama, yaitu mereka yang bersiap secara lahir dan batin. Ramadan adalah kesempatan emas yang belum tentu kita temui lagi di tahun berikutnya,” tambahnya.
Golongan kedua, lanjutnya, adalah mereka yang menjalani Ramadan secara biasa saja. Mereka tetap berpuasa, namun tanpa persiapan dan tanpa target peningkatan kualitas ibadah. Ramadan berlalu tanpa perubahan berarti dalam kehidupan spiritualnya.
Sementara itu, golongan ketiga adalah mereka yang justru merasa terbebani dengan datangnya Ramadan. Golongan ini memandang puasa sekadar kewajiban berat, bukan sebagai sarana peningkatan iman dan takwa.
Melalui kajian tersebut, jamaah diajak untuk melakukan introspeksi diri dan menentukan sikap dalam menyambut bulan penuh berkah. Diskusi interaktif pun menghangatkan suasana, terutama saat membahas cara menjaga konsistensi ibadah dan memperkuat niat.
Dengan adanya kajian ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya mempersiapkan diri secara maksimal. Ramadan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia.







