Banjarnegara (Humas) – Bulan Ramadan 1447 H memang masih menghitung hari, tapi euforianya sudah mulai kerasa sampai ke pelosok Banjarnegara. Menariknya, warga Desa Larangan, Kecamatan Pagentan, punya cara beda buat menyambut “Tamu Agung” ini. Kalau biasanya ibu-ibu sudah pusing mikirin stok minyak goreng atau menu takjil, warga di sini justru lagi sibuk dandanin “hati” dan persiapan batin.
Pada Kamis (12/2/2026), suasana di RA Al Hidayah Larangan mendadak ramai tapi adem. Ada sekitar 21 anggota Majelis Taklim (MT) Al Mubarok yang berkumpul buat ikut sesi “pemanasan” spiritual bareng tim dari KUA Pagentan. Katanya sih, mereka mau gelar karpet merah buat menyambut tamu VIP, yaitu bulan suci itu sendiri.
M. Syaiful Abidin, penyuluh agama dari KUA Pagentan yang jadi narasumber, punya cara asyik buat ngejelasinnya. Dia bilang, bayangin aja Ramadan itu kayak tamu penting yang datang bawa koper penuh hadiah.
“Coba bayangin, kalau ada tamu pejabat atau orang terpandang mau datang ke rumah, kita pasti heboh bersih-bersih rumah, kan? Nah, Ramadan ini jauh lebih istimewa. Masak kita cuma sambut pakai rutinitas biasa aja tanpa persiapan total?” ujar Syaiful yang bikin para jamaah manggut-manggut setuju.
Biar nggak cuma sekadar ikut-ikutan puasa, Syaiful membagi tips persiapan dalam lima poin simpel:
- Bersihin Hati (Ruhiyyah): Buang jauh-jauh penyakit hati kayak iri atau dengki.
- Latihan Ibadah (‘Amaliyyah): Mulai cicil ibadah sunnah dari sekarang, jangan kaget pas masuk Ramadan.
- Update Ilmu (‘Ilmiyyah): Buka-buka lagi buku fikih puasa biar nggak bingung mana yang batalin puasa mana yang nggak.
- Manajemen Dompet (Maliyyah): Siapin budget buat sedekah, bukan cuma buat belanja baju lebaran.
- Jaga Badan (Jasadiyyah): Tetap olahraga dan makan sehat biar nggak gampang tumbang pas puasa.
Hidayat Dandi Pratama, Ketua Majelis Taklim Al Mubarok, merasa edukasi kayak gini penting banget. Menurutnya, selama ini banyak orang yang terjebak di urusan fisik doang, kayak stok makanan di kulkas yang penuh.
“Kami ingin Ramadan 2026 ini nggak lewat gitu aja. Fokusnya diubah, dari sekadar urusan perut ke urusan ilmu dan mental. Semoga ini jadi titik balik buat warga desa kami biar lebih baik lagi,” curhat Hidayat penuh harap.
Acara yang berlangsung santai tapi serius ini ditutup dengan doa bersama. Harapannya satu: pas “Tamu VIP” itu datang nanti, warga Desa Larangan sudah benar-benar siap lahir batin buat dapet semua keberkahannya.
(msa/azd)







