Latihan Khotmil Qur’an MIFABARA, Ikhtiar Menumbuhkan Kelancaran dan Kekuatan Hafalan

 Banjarnegara – Dalam rangka mempersiapkan peserta khotmil Qur’an, MIFABARA mengintensifkan proses latihan bagi para siswa yang terpilih. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembinaan keagamaan madrasah, sekaligus ikhtiar untuk menambah kelancaran bacaan dan memperkuat hafalan Al-Qur’an seluruh siswa.

Latihan dilaksanakan secara rutin dengan suasana yang tertib dan penuh kekhusyukan. Setiap siswa membaca bagian yang telah ditentukan, kemudian disimak dan diperbaiki secara langsung. Tajwid, makharijul huruf, serta panjang pendek bacaan menjadi perhatian utama agar lantunan ayat suci terdengar fasih dan sesuai kaidah. Tidak hanya mengandalkan hafalan, para siswa juga didorong untuk memahami adab membaca Al-Qur’an sebagai bentuk penghormatan terhadap kalamullah.

Pembimbing kegiatan, Shafina, membimbing para peserta dengan penuh kesabaran namun tetap tegas dalam menjaga kualitas bacaan. Ia memberikan contoh pelafalan yang benar, mengulang bagian yang masih keliru, serta memotivasi siswa agar tidak mudah menyerah. “Latihan ini bukan hanya untuk tampil saat khotmil Qur’an, tetapi untuk membiasakan diri dekat dengan Al-Qur’an setiap hari. Kelancaran itu lahir dari kedisiplinan,” tuturnya.

Kepala MIFABARA turut mengapresiasi semangat para siswa dalam mengikuti latihan. Menurut beliau, khotmil Qur’an bukan sekadar seremoni, melainkan wujud syukur atas proses panjang pembelajaran Al-Qur’an di madrasah. “Kami berharap anak-anak tidak hanya lancar membaca, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Inilah bekal terbaik untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Salah satu peserta mengaku merasakan perubahan dalam dirinya sejak mengikuti latihan intensif. “Awalnya saya sering terbata-bata, tapi sekarang lebih lancar karena sering diulang dan dibimbing,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Melalui proses latihan yang konsisten ini, MIFABARA terus berkomitmen menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini. Khotmil Qur’an bukan hanya puncak acara, tetapi momentum untuk memperkuat tekad agar ayat-ayat suci senantiasa terjaga dalam hafalan, terucap dalam lisan, dan tercermin dalam akhlak setiap siswa.(nas)

Skip to content