Tembus Medan Ekstrem, Penyuluh Agama Islam Hadir Perdana di KB Tunas Harapan Sinduaji

Banjarnegara (Humas) – Semangat dakwah dan pembinaan umat kembali ditunjukkan oleh Yulis selaku Penyuluh Agama Islam melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam perdana di KB Tunas Harapan Sinduaji. Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas TK ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh 26 wali siswa dengan penuh antusias dan kekhidmatan. (13/2/2026)

Sejak pagi, para wali murid telah hadir untuk mengikuti pembinaan yang difokuskan pada penguatan peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak usia dini. Dalam materinya, Yulis menekankan bahwa pendidikan agama tidak bisa hanya dibebankan kepada lembaga sekolah, tetapi harus dimulai dari rumah.

“Anak usia dini adalah masa emas pembentukan karakter. Jika sejak kecil sudah dibiasakan dengan doa, adab, dan akhlak yang baik, insyaAllah akan menjadi bekal kuat hingga dewasa,” jelas Yulis di hadapan para peserta.

Ia juga mengajak para orang tua untuk membangun suasana religius di rumah, seperti membiasakan doa bersama, mengenalkan huruf hijaiyah, serta memberi teladan dalam perilaku sehari-hari. Menurutnya, keteladanan orang tua merupakan metode pendidikan paling efektif bagi anak-anak.

Kegiatan ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh pihak sekolah. Yatimah selaku Kepala KB mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Selama ini, menurutnya, kegiatan bimbingan dari Penyuluh Agama Islam baru terlaksana di tingkat TK lain, sementara KB Tunas Harapan belum pernah mendapatkan kesempatan serupa.

“Medan menuju KB kami cukup ekstrem, jalannya menanjak dan cukup sulit dilalui. Karena itu, kami benar-benar mengapresiasi kehadiran Ibu Yulis yang tetap berkenan hadir untuk memberikan bimbingan kepada wali murid kami,” tambahnya.

Antusiasme peserta terlihat dari keseriusan mereka mengikuti materi hingga akhir kegiatan. Beberapa wali murid juga menyampaikan harapan agar kegiatan pembinaan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin.

Dengan terlaksananya kegiatan perdana ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara Penyuluh Agama Islam dan lembaga pendidikan anak usia dini. Meski harus menembus medan yang cukup ekstrem, semangat untuk memberikan pembinaan keagamaan demi generasi yang berakhlak mulia tetap menjadi prioritas utama.

(ev/azd)

Skip to content