Banjarnegara (Humas) – Selama tiga hari berturut-turut, mulai Selasa hingga Kamis (10-12/2/2026), suasana di SMPN 4 Punggelan yang terletak di Desa Jembangan tampak berbeda. Ratusan siswa antusias mengikuti program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diselenggarakan oleh Tim Penyuluh Agama Islam KUA Punggelan.
Tiga sosok penyuluh, yakni Yani Itsnawati, Syu’bi Nurdiyanti, dan Alif Helmi Saputra, hadir membawa misi penting: membekali generasi Z dengan etika (adab) di dunia nyata maupun dunia maya, serta memperbaiki hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Dalam pemaparannya, para penyuluh menekankan bahwa kecerdasan akademik harus dibarengi dengan etika kepada sesama manusia. Para siswa diajak menyelami kembali makna hormat kepada orang tua dan guru, serta cara menjalin pertemanan yang sehat.
Tak ketinggalan, materi mengenai batasan interaksi dengan lawan jenis dan etika bermedia sosial menjadi bahasan hangat. “Media sosial adalah cerminan diri. Remaja SMP harus bijak jempolnya agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain,” pesan Syu’bi di sela-sela materi.
Puncak materi yang paling menyentuh adalah pembahasan mengenai etika kepada Allah Swt. Tim penyuluh mengajak siswa mengubah sudut pandang mengenai sholat lima waktu.
“Sholat bukan sekadar kewajiban yang jika ditinggalkan berdosa, tapi sholat adalah kebutuhan. Sebagaimana fisik kita lemas jika tidak makan, maka ruhani kita akan gersang jika tidak sholat. Sholat adalah nutrisi jiwa agar kita tetap tenang dan terarah,” jelas Yani yang disambut anggukan khidmat para siswa.
Kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa. Salah satu siswa mengungkapkan bahwa cara penyampaian para penyuluh sangat masuk ke hati. “Tadinya saya pikir sholat itu beban, tapi setelah ikut bimbingan ini, saya sadar kalau saya butuh Tuhan setiap saat. Kegiatannya seru, tidak membosankan,” ujarnya.
Kepala SMPN 4 Punggelan, Setio Utomo pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KUA Punggelan. Beliau berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia di tengah tantangan zaman.
(yi/azd)







