Banjarnegara (Humas) – Menjelang bulan suci Ramadan, Kantor Urusan Agama (KUA) Mandiraja bersama unsur lintas agama menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kerukunan Umat Beragama (PKUB) tingkat kecamatan pada Sabtu (14/2/26). Rakor ini menitikberatkan pembahasan aspek keamanan dan ketertiban masyarakat agar pelaksanaan ibadah Ramadan berlangsung aman, nyaman, dan penuh toleransi.
Kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama Kristen Heru Siswanto, tokoh agama Buddha Kamsianto, perwakilan Kecamatan Mandiraja Darsono, unsur KUA Mandiraja Sunaryo dan Mariyah, serta Ketua PKUB Kecamatan Mandiraja Sumaryo. Forum ini juga membahas penguatan program PKUB yang didukung hibah Pemerintah Daerah melalui Kesbangpol sebagai bagian dari upaya menjaga harmoni sosial.
Perwakilan kecamatan, Darsono, menyampaikan bahwa program PKUB memiliki landasan hukum yang kuat. “Pelaksanaan PKUB berpedoman pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013. Selain itu, dukungan hibah dari pemda melalui Kesbangpol menjadi penguat kegiatan kerukunan di masyarakat,” ujarnya.
Kepala Kua Mandiraja, melaui staff kua, menekankan pentingnya sikap saling menghormati selama Ramadan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga toleransi, termasuk menghormati warung makan yang tetap buka pada siang hari. Pesan tersebut mendapat apresiasi luas dari peserta rakor lintas agama.
Tokoh agama Kristen, Heru Siswanto, menilai puasa memiliki nilai universal. “Kebaikan tidak akan berdampak di lingkungan yang baik saja. Seperti lilin, cahayanya justru terlihat di tengah kegelapan. Itulah inti dari puasa, menghadirkan kebaikan bagi sekitar,” ungkapnya.
Sementara itu, Kamsianto menyampaikan komitmen konkret umat Buddha dalam mendukung keamanan dan kebersamaan. “Lintas agama siap mengadakan pengamanan bersama di lokasi salat Id nanti. Kami juga berencana berbagi takjil di halaman vihara sebagai wujud kebersamaan,” tuturnya.
Dari unsur KUA Mandiraja, Sunaryo menegaskan kesiapan KUA mendukung koordinasi lintas sektor. “Sinergi ini penting agar Ramadan berjalan aman dan penuh kedamaian,” katanya.
Rakor PKUB ini dinilai memiliki urgensi tinggi sebagai langkah preventif menjaga keamanan dan memperkuat toleransi menjelang Ramadan, sekaligus meneguhkan peran PKUB sebagai garda terdepan kerukunan umat beragama di Mandiraja.
(ds/m,azd)







